Dolar AS jatuh, di tengah harapan stimulus dan spekulasi Biden menang

Dolar AS jatuh, di tengah harapan stimulus dan spekulasi Biden menang

Ilustrasi - Dolar Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri.

Pernyataan tentang memiliki beberapa opsi mengenai penempatan beberapa rencana stimulus kembali, tentu telah mendukung pasar dan menyuntikkan lebih banyak optimisme...
New York (ANTARA) - Dolar merosot terhadap sekeranjang mata uang lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), ketika sentimen risiko membaik di tengah harapan setidaknya beberapa stimulus fiskal baru sebelum pemilihan Presiden AS pada 3 November 2020 dan investor memperkirakan prospek kemenangan Demokrat bulan depan.

Presiden Donald Trump mengatakan pada Selasa malam (6/10/2020) bahwa Kongres harus segera memberikan 25 miliar dolar AS untuk bantuan penggajian baru bagi maskapai penerbang angkutan penumpang AS yang merumahkan ribuan pekerja karena perjalanan udara turun tajam di tengah pandemi Virus Corona.

Trump pada Selasa pagi (6/10/2020) tiba-tiba mengakhiri pembicaraan dengan Demokrat tentang paket bantuan ekonomi, yang mengirim pasar saham jatuh dan meningkatkan permintaan untuk dolar.

“Pernyataan tentang memiliki beberapa opsi mengenai penempatan beberapa rencana stimulus kembali, tentu telah mendukung pasar dan menyuntikkan lebih banyak optimisme, dan Anda dapat melihat itulah mengapa dolar melemah hari ini, itu benar-benar mentalitas risk on (pengambilan risiko),” kata Minh Trang, pedagang valas senior di Silicon Valley Bank di Santa Clara, California.

Baca juga: Harga emas jatuh 18 dolar, setelah Trump hentikan pembahasan stimulus

Pejabat tinggi Gedung Putih pada Rabu (7/10/2020) mengesampingkan kemungkinan lebih banyak bantuan Virus Corona. Namun, Pelosi memang meminta Menteri Keuangan Steven Mnuchin untuk meninjau rancangan undang-undang mandiri sebesar 25 miliar dolar AS sebagai bantuan kepada maskapai penerbangan.

Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya turun 0,19 persen pada Rabu (7/10/2020) menjadi 93,64. Indeks mencapai level terendah dua minggu di 93,33 pada Selasa (6/10/2020), sebelum pernyataan Trump.

Greenback menguat 0,40 persen terhadap safe haven yen Jepang menjadi 106,04 yen. Sementara euro naik 0,26 persen menjadi 1,1765 dolar.

Greenback juga melemah di tengah spekulasi bahwa calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden akan menang ketika jajak pendapat menunjukkan dia memimpin yang meluas dan meningkatnya ekspektasi bahwa Demokrat juga dapat mengambil kendali Senat.

Baca juga: Harga minyak merosot, terseret naiknya stok dan kebuntuan stimulus AS

"Pasar valas mulai, pada margin, memperhitungkan tidak hanya dalam kepresidenan Biden tetapi juga sapuan biru (Demokrat)," kata Mazen Issa, ahli strategi valas senior di TD Securities di New York.

Investor telah membangun taruhan jangka pendek pada indeks dolar AS, kata Issa, menambahkan bahwa "pasar melihatnya sebagai refleksi."

Kemenangan Demokrat akan membuat stimulus fiskal yang lebih besar lebih mungkin terjadi, yang akan melemahkan mata uang AS.

Dolar memiliki sedikit reaksi terhadap risalah dari pertemuan September Federal Reserve, yang dirilis pada Rabu (7/10/2020).

“Tidak ada yang terlalu mengejutkan sehubungan dengan risalah FOMC,” kata Trang, mencatat bahwa pejabat Fed tidak berharap untuk mengubah suku bunga dari kisaran nol untuk beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Wall Street dibuka lebih tinggi, pasar fokus pada stimulus AS

Baca juga: Rupiah melemah, tertekan pasar gundah akibat Trump tunda stimulus AS

Baca juga: Saham Spanyol berbalik jatuh, Indeks IBEX 35 terpuruk 0,38 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Trade Expo Indonesia hasilkan transaksi 678,1 juta dolar AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar