Pemindai suhu badan disiagakan di lima stasiun terpadat MRT

Pemindai suhu badan disiagakan di lima stasiun terpadat MRT

Warga berjalan keluar stasiun usai menggunakan angkutan kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, Minggu (30/8/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

Lima stasiun tersebut yakni Fatmawati, Lebak Bulus, Blok M, Bundaran HI dan Dukuh Atas
Jakarta (ANTARA) - Pengelola Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta menyiagakan pemindai suhu (bodu scanner) badan di lima stasiun paling padat dari stasiun lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

"Lima stasiun tersebut yakni Fatmawati, Lebak Bulus, Blok M, Bundaran HI dan Dukuh Atas," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan lima stasiun terpadat tersebut biasanya jumlah penumpang bisa empat hingga lima kali lipat dari jumlah penumpang di stasiun lainnya.

Sebagai gambaran dalam sehari MRT bisa mengangkut 15 ribu penumpang. Sekitar 4.000 hingga 6.000 penumpang naik dan turun di Stasiun Lebak Bulus dan Fatmawati setiap harinya.

Ia mengatakan khusus di Stasiun Lebak Bulus dan Fatmawati lonjakan penumpang biasanya terjadi pada pagi hari. Sedangkan Stasiun Bundaran HI dan Dukuh Atas terjadi pada sore hari.

"Kalau Stasiun Blok M itu biasanya ramainya pagi dan sore," katanya.

Kamaluddin mengatakan penggunaan teknologi pemindai suhu badan diharapkan lebih cepat dan mudah dalam mendeteksi suhu tubuh seseorang. Sehingga bila ada suhu badan calon penumpang di atas normal atau 38 derajat celsius ke atas maka terdeteksi dengan cepat.

"Ini berguna sekali karena di lima stasiun tersebut jumlah penumpangnya lebih banyak," katanya.

Selain itu, PT MRT Jakarta juga menyiapkan marka-marka pengaturan jarak fisik lebih banyak dari stasiun lainnya. Apabila lonjakan penumpang banyak, maka petugas mengalihkan sebagian ke lantai peron atau di sekitar pintu petugas keamanan.

Tidak hanya sampai di situ, pengelola MRT Jakarta juga menyiapkan ruang isolasi khusus bagi calon penumpang yang dicurigai terjangkit COVID-19. Kemudian di setiap stasiun juga disiagakan tenaga kesehatan untuk penanganan awal.

Terkait jadwal keberangkatan belum ada perubahan yakni mulai pukul 05.00 WIB hingga 19.00 WIB dengan selang waktu keberangkatan setiap 10 menit, demikian Muhammad Kamaluddin.

Baca juga: Kelurahan Karet kerahkan 40 PPSU bersihkan puing sisa aksi massa

Baca juga: Peserta aksi massa sempat padati stasiun bawah tanah MRT

Baca juga: Empat stasiun KRL bertahap akan dijadikan stasiun terpadu

Baca juga: Dampak corona, MRT Jakarta bebaskan biaya sewa UMKM di stasiun

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

MRT Jakarta telah angkut 35,5 juta penumpang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar