Museum Siwalima hidupkan kecintaan pada permainan tradisional

Museum Siwalima hidupkan kecintaan pada permainan tradisional

Sebanyak 30 sekolah di kota Ambon mengikuti lomba tarompa dalam rangka memeriahkan HUT RI dan Provinsi Maluku ke -74 yang digelar Museum Siwalima Provinsi Maluku (28/8) (ANTARA)

kemajuan teknologi cepat akan menggeser permainan tradisional
Ambon (ANTARA) - Museum Negeri Siwalima Provinsi Maluku menghidupkan kembali kecintaan pada permainan tradisional dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia ke 5 tanggal 12 Oktober 2020.

"Museum siwalima menyelenggarakan kegiatan lomba permainan tradisional yaitu egrang batok untuk tingkat Sekolah Dasar dan lompat karung untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama. Kegiatan ini sejalan dengan tugas fungsi museum untuk mendokumentasikan dan melestarikan benda alam dan buatan manusia," kata Kepala Museum Negeri Siwalima, Jean Saiya, Rabu.

Ia mengatakan, permainan tradisional merupakan permainan yang dilakukan dengan berpegang teguh pada norma, adat kebiasaan, yang sudah ada secara turun temurun dan bisa menciptakan rasa senang dan riang gembira bagi anak-anak yang melakukan permainan tersebut.

Masyarakat Indonesia di masa lalu sampai saat ini biasanya memanfaatkan bahan alam untuk menciptakan alat permainan dan mereka melakukan permainan ini secara bersama atau beramai- ramai.

"Disadari sungguh, bahwa kemajuan teknologi di era globalisasi ini tidak bisa dibendung lagi. Dengan adanya kemajuan teknologi cepat ataupun lambat akan menggeser permainan tradisional," katanya.

Baca juga: Museum Siwalima Ambon simpan 5.347 koleksi

Baca juga: Wariskan budaya sejak dini, Museum Siwalima gelar lomba busana daerah


Dikatakannya kini permainan anak-anak kemudian beralih menggunakan perangkat elektronik, komputer, dan perangkat seluler, yang kemudian menggeser rasa sosial dari jiwa anak dan kemudian tumbuh rasa individual dalam diri anak tersebut.

Jean mengakui, sejalan dengan pandemi COVID– 19 yang melanda dunia dan juga Kota Ambon,sebagian besar aktifitas anak-anak terhenti, oleh sebab itu untuk kembali menghidupkan kecintaan anak-anak akan permainan tradisional.

"Kegiatan ini juga merupakan upaya memupuk jiwa sportivitas dan jiwa sosial anak-anak sejak dini, " ujarnya.

Lomba permainan tradisional terlaksana dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang diatur oleh Pemerintah.

Kegiatan ini juga didukung komite permainan rakyat dan olahraga tradisional , guru pendamping dan orang tua dengan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Museum Siwalima siapkan pameran virtual "Dari Maluku untuk Indonesia"

Baca juga: Museum Siwalima tampilkan pameran temporer sejarah perjuangan

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar