Bulu tangkis

Tim bulu tangkis Indonesia dapat suntikan semangat dari Bupati Sragen

Tim bulu tangkis Indonesia dapat suntikan semangat dari Bupati Sragen

Ilustrasi - Ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menumbangkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dengan skor 14-21, 21-14, 21-18 pada Simulasi Piala Thomas dan Uber 2020 yang digelar di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2020). (Tim PBSI)

Jakarta (ANTARA) - Tim bulu tangkis Indonesia yang saat ini menjalani latihan di Gelanggang Olahraga Bulu tangkis milik Billy Haryanto di perbatasan Karanganyar-Sragen Jawa Tengah, Rabu mendapatkan suntikan semangat dari Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Orang nomor satu di Sragen itu berdasarkan keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Rabu, bisa berinteraksi dengan pebulu tangkis nasional secara langsung meski dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pebulu tangkis nasional yang berlatih di GOR milik pengusaha beras itu diantaranya seperti ganda putra terbaik dunia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Hendra Setiawan berikut sang pelatih Herry Iman Pierngadi.

Selain mereka, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti serta pemain ganda putri juga mengikuti latihan bersama. Sesuai dengan jadwal, pebulu tangkis terbaik di Indonesia itu akan berlatih di Sragen selama dua pekan.

Baca juga: PBSI antisipasi padatnya jadwal turnamen 2021

Dengan hadirnya pebulu tangkis nasional di daerahnya, Kusdinar Untung Yuni Sukowati berharap bisa meningkatkan perkembangan salah satu cabang olahraga favorit masyarakat Sragen termasuk diadakannya sebuah kejuaraan.

"Pandemi corona jangan sampai membuat para atlet malas berlatih. Tentunya dengan protokol kesehatan, tanpa penonton, jaga jarak," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Sementara itu, Billy Haryanto yang merupakan pemilik GOR mengaku mendukung penuh pebulu tangkis Indonesia untuk kembali meningkatkan kemampuannya di tengah pandemi yang belum usai.

Baca juga: All England 2021 terancam batal digelar akibat krisis finansial

"Saya kira penting. Selain menjaga kebugaran tubuh atlet, juga sebagai pemanasan saja sebelum turnamen internasional digelar," kata pengusaha yang juga hobi badminton tersebut.

Seperti diketahui, semenjak pagelaran All England Maret lalu, pebulu tangkis Indonesia belum turun pada kejuaraan yang sudah dijadwalkan karena pandemi COVID-19. Praktis, sudah enam bulan para atlet bulu tangkis 'menganggur'.

Federasi bulutangkis dunia (BWF) kemudian menggelar turnamen Denmark Open 2020 pada 13-18 Oktober. Meski demikian, para pebulu tangkis top dunia asal Cina, Indonesia, dan Jepang tidak ikut dalam turnamen berhadiah 750 ribu dollar AS termasuk pasangan terbaik Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.

Baca juga: BWF sebut penundaan turnamen solusi terbaik

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Keputusan Pensiun, Tontowi sudah pikirkan secara matangĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar