Bulu tangkis

PBSI antisipasi padatnya jadwal turnamen 2021

PBSI antisipasi padatnya jadwal turnamen 2021

Ilustrasi - Tunggal putra Jonatan Christie menang straight game atas Shesar Hiren Rhustavito dengan skor 22-20, 21-17 dalam ajang Simulasi Piala Thomas 2020 yang digelar di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2020). (Tim PBSI)

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyatakan saat ini sudah mulai mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi padatnya jadwal turnamen bulu tangkis internasional pada 2021 mendatang.

“Banyak turnamen yang tidak memungkinkan dilaksanakan di tahun 2020. Untuk itu, kami harus antisipasi padatnya jadwal tahun depan,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Sebagai langkah antisipasi, menurut dia, PBSI akan menentukan apa saja yang menjadi target prestasi pada 2021 mendatang. Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan skala prioritas dalam pengiriman pemain ke turnamen-turnamen.

“Kami harus mengatur pengiriman pemain ke setiap turnamen, mana saja yang harus diutamakan. Pemain yang masih butuh poin ke Olimpiade pasti akan berbeda dengan pemain yang sudah lolos ke Olimpiade, salah satunya pasangan putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon,” ujar Susy menambahkan.

Baca juga: PBSI pertimbangkan gelar simulasi Piala Sudirman
Baca juga: Turnamen Asia mundur, Indonesia Masters 2021 terancam batal


Jika diurutkan, sambung dia, maka turnamen-turnamen yang menjadi prioritas utama PBSI, antara lain Olimpiade Tokyo, Piala Thomas dan Piala Uber, Piala Sudirman, kejuaraan dunia bulu tangkis dan All England.

Lebih lanjut, dia pun mengimbau kepada seluruh atlet agar mampu mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan tahun depan dengan menjaga kondisi fisik, mental, serta mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Terutama menjelang pelaksanaan turnamen-turnamen penting pada 2021 nanti, para atlet harus bisa menjaga kondisi fisiknya supaya tetap fit. Semua atlet harus punya persiapan yang matang,” tambah Susy.

Seperti diketahui, federasi bulu tangkis dunia (BWF) telah menggeser sejumlah turnamen dari 2020 ke 2021, diantaranya Piala Thomas dan Uber serta turnamen seri Asia yang terdiri dari turnamen Asia Open I, Asia Open II dan World Tour Finals.

Selain itu, penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 juga diundur ke pertengahan 2021. Kemudian dalam kalender BWF sudah tertera dua kejuaraan penting tahun depan, yaitu Piala Sudirman dan kejuaraan dunia bulu tangkis.

Baca juga: Piala Thomas & Uber 2020 resmi ditunda
Baca juga: PBSI sebut Indonesia kemungkinan mulai turun di turnamen seri Asia
Baca juga: All England 2021 terancam batal digelar akibat krisis finansial


Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

70 persen tiket Indonesia Masters 2020 dijual langsung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar