Jakarta (ANTARA News) - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Hidayat Nurwahid menegaskan, perjuangan rakyat Palestina mempertahankan Masjid Al-Aqsha tidak hanya didukung umat Islam, tetapi juga didukung dunia internasional termasuk PBB.

"Perjuangan Al Aqsha bukan hanya melibatkan umat Islam tapi juga dunia internasional. Sekjen PBB Ban Ki-moon serta Presiden Amerika Serikat Barack obama juga menolak pembangun pemukiman Yahudi di Tanah Palestina," tegasnya saat berorasi di hadapan ratusan ribu kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menggelar aksi Solidaritas Palestina di Lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Sabtu siang.

Namun, mantan Ketua MPR itu juga menegaskan, sikap PBB dan AS itu tidak cukup dengan pernyataan menolak pembangunan pemukiman Yahudi, tetapi juga harus menggunakan berbagai kewenangan yang dimiliki untuk menentang perampasan tanah rakyat Palestina.

Ia menyarankan PBB dan Amerika Serikat agar menghadirkan kedamaian dunia dengan mengupayakan dikeluarkannya resolusi Dewan Keamanan PBB yang secara tegas menolak upaya pencaplokan tanah dan penjajahan oleh Israel terhadap Palestina.

"Dunia harus menyadari bahwa zionisme adalah terorisme yang sesungguhnya. Jadi, jika ingin mengenyahkan terorisme dari muka bumi, maka enyahkan Zionis dari Tanah Palestina," ujarnya yang disambut takbir para pengunjuk rasa.

Mantan Presiden PKS itu juga meminta Nahdlatul Ulama yang sebentar lagi akan menggelar Muktamar di Makassar dan Muhammadiyah yang akan memperingati 100 tahun kelahirannya, ikut menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina melalui pernyataan sikapnya.

"Demikian pula dengan umat Kristiani, kita berharap umat Kristiani juga bersatu melawan Zionis Israel karena sepak terjang Israel di wilayah Palestina bukan saja merugikan umat Islam tapi juga umat Kristiani," ujarnya.

Hidayat berharap pemerintah Indonesia mendukung penyatuan dua kelompok Palestina --Hammas dan Al Fattah-- agar bersatu dan berjuang bersama mengenyahkan penjajahan Israel. (*)

A041/A011/AR09

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010