Hari Pangan, Pemkab Banyuwangi bagikan ratusan bibit tanaman pangan

Hari Pangan, Pemkab Banyuwangi bagikan ratusan bibit tanaman pangan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Aries Setyawan (tengah) menunjukkan benih tanaman pangan yang dibagikan kepada kelompok wanita tani. (ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi)

Mereka juga kami ajarkan cara bertanam di lahan terbatas, kalau butuh bibit tanaman lain kami siap bantu
Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membagikan bantuan bibit tanaman pangan kepada sekitar 450 ibu rumah tangga dalam peringatan Hari Pangan Sedunia di Banyuwangi, Senin.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Arief Setyawan mengemukakan lewat program family farming atau pemanfaatan pekarangan rumah untuk pertanian, pihaknya telah membagikan bantuan berupa benih padi, jagung dan sayuran kepada para ibu-ibu kelompok wanita tani, dan tercatat ada 450 ibu rumah tangga prasejahtera mendapatkan bantuan tersebut.

"Setiap penerima mendapatkan 1 kg benih padi, 2,5 ons benih jagung dan 150 kantong polybag. Semua bibit tadi siap tanam, karena di bibitnya sudah kami campur dengan pupuk. Mereka kami minta menanam di area pekarangan rumahnya, harapannya bisa untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarganya," kata Arief saat penyerahan bibit secara simbolis di Agrowisata Tamansuruh, Banyuwangi.

Katanya, pada Senin (19/10) ini ada 50 perempuan kelompok tani di sekitar Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah yang mendapat bantuan, dan selanjutnya setiap Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Banyuwangi akan menyerahkan bantuan yang sama kepada para kelompok wanita tani di wilayahnya.

"Selain benih, kami juga berikan polybag dan media tanam. Kami juga latih mereka secara berkala tentang bertanam di pekarangan rumah," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah diminta serap jutaan bibit tanaman hasil tangkaran petani

Menurut Arief, bantuan ini diprioritaskan untuk ibu-ibu kelompok wanita tani dari keluarga pra-sejahtera, yang harapannya lewat aktivitas ini bisa membantu kecukupan makanan pokok warga pra-sejahtera.

"Mereka juga kami ajarkan cara bertanam di lahan terbatas, kalau butuh bibit tanaman lain kami siap bantu," katanya.

Pihaknya juga akan membuat program pembudidayaan tanaman hias dengan melibatkan warga pra-sejahtera, dan nantinya akan dibantu bibit tanaman hias untuk dikembangkan.

"Tanaman hias ini ada manfaat ekonomisnya, kami harapkan bibit ini sebagai cikal bakal usaha mereka, sehingga bisa menambah pendapatan mereka," ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa pandemi COVID-19 tidak hanya menjadi ujian kekuatan ekonomi, namun juga masalah pangan. Maka dari itu pemkab mendorong peran keluarga dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Lewat family farming, setiap keluarga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Selain itu, kualitas penanamannya juga terjaga. Para ibu kami harap dapat mengikuti langkah semcam ini. Banyak keuntungan ekonomis yang didapat keluarga, minimal kebutuhan dapur bisa dipenuhi sendiri, sehingga pengeluaran keluarga bisa lebih hemat," kata dia.

Baca juga: Kalteng siapkan tanaman hortikultura untuk 1.000 KK terdampak COVID-19
Baca juga: Ajak peduli lingkungan, Taman Pintar Yogya bagi-bagi bibit tanaman

Pewarta: Masuki M. Astro/Novi Husdinariyanto
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkab Banyuwangi gelar doa bersama untuk KRI Nanggala 402

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar