Menpora: "Grand design" olahraga pabrik prestasi atlet

Menpora: "Grand design" olahraga pabrik prestasi atlet

Menpora Zainudin Amali memberikan keterangan terkait kelanjutan kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) 2020 di Jakarta, Rabu (7/10/2020). Kompetisi IBL 2020 yang rencananya berlangsung 13-27 Oktober 2020 secara resmi dibatalkan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menekankan bahwa grand design olahraga yang saat ini tengah digodok oleh Kemenpora harus menjadi pabrik pencetak prestasi atlet Indonesia di masa mendatang.

Zainudin dalam acara kegiatan uji publik penyusunan grand design keolahragaan yang dilakukan virtual di Jakarta, Senin, mengatakan pembinaan prestasi olahraga Indonesia harus terarah, tidak boleh instan atau ditemukan secara tidak sengaja.

“Intinya adalah prestasi itu harus di-design. Kita harus membuat pabrik prestasi tidak bisa dengan 'nemu' untuk dibina atau by accident setelah itu tidak ada pelapis-pelapis yang berada di bawahnya untuk itu harus didesign tidak boleh by accident," kata Zainudin dalam keterangan tertulis.

Melalui kegiatan uji publik, dia berharap pihaknya bisa mendapat rekomendasi dan masukan terkait kelemahan apa saja yang saat ini masih ditemui dalam ekosistem keolahragaan nasional. Dengan begitu, Kemenpora bisa membuat kebijakan yang sesuai dan memang dibutuhkan di masyarakat.

Grand Design Keolahragaan Nasional memiliki sasaran jangka menengah dan jangka panjang mulai tahun 2020 hingga tahun 2045 dengan melakukan revitalisasi di berbagai jenjang pembinaan dengan dukungan sport science.

Baca juga: Grand design olahraga bakal fokus pada lima cabang Olimpiade

Untuk jangka menengah, Kemenpora menetapkan program prioritas dari 2020 hingga 2024, terdiri dari pembudayaan olahraga dan pembinaan prestasi.

Pembudayaan olahraga dimaksudkan dapat menjadi pintu awal agar olahraga menjadi kegiatan massal yang masuk ke dalam keseharian masyarakat.

Jika olahraga sudah terpatri dalam kehidupan masyarakat, maka menurut Zainudin, talenta-talenta muda pun akan bermunculan untuk kemudian didorong menjadi atlet berprestasi.

“Dua program ini yang kami design supaya prestasi kita seperti yang diharapkan. Pemasalan dan pemasyarakatan olahraga untuk hidup lebih sehat dan bugar di kalangan masyarakat menjadi awal dari pembinaan prestasi kita. Tanpa itu jangan harap ada talenta muncul untuk didorong menjadi atlet berprestasi yang membanggakan daerah maupun negara," ujarnya.

Menpora juga menekankan bahwa prestasi harus dibina sejak usia dini atau saat Sekolah Dasar. Itulah yang mendasari Kemenpora mencetuskan gagasan untuk menyusun grand design keolahragaan.

Adapun grand design keolahragaan nasional saat ini dalam tahap finalisasi dan uji publik bersama para pemangku kepentingan olahraga di beberapa daerah di Indonesia.

Baca juga: Anggaran 2021 terbatas, Menpora yakin tetap bisa capai target prestasi
Baca juga: Menpora anggap pihaknya dapat PR besar dari Presiden Joko Widodo


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menpora dukung NTB dan NTT menjadi tuan rumah PON 2028

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar