Denpasar (ANTARA News) - Dunia sedang menantikan rekor baru dalam peringatan "Earth Hour" pada 27 Maret 2010, yang diperkirakan akan diikuti jutaan orang dari 121 negara sebagai aksi efektif untuk menjawab perubahan iklim global.

"Pengalaman lalu, partisipasi orang di seluruh dunia melebihi dari yang diperkirakan, terutama saat itu berasal dari kota-kota dan komunitas masyarakat," kata Direktur Eksekutif "Earth Hour" Andy Ridley dalam surat elektroniknya yang diterima ANTARA di Denpasar, Jumat.

Menurut dia, dunia telah dapat mengatasi hal ini melalui komitmen manusia di seluruh dunia tentang "Earth Hour 2010", tetapi masih harus dinantikan dampaknya hingga aksi ini benar-benar dilaksanakan di seluruh dunia.

"Earth Hour" dimulai pada 2007 di Sydney, Australia, yang diikuti sekitar 2 juta manusia di seluruh dunia. Pada 2009, penerangan di 88 negara dimatikan sementara selama satu jam pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat.

Saat itu, terdapat beberapa ikon nasional yang turut dalam aksi itu, yaitu "Table Mountain" di Capetown, Afrika Selatan, dan Monumen Perdamaian Hiroshima di Jepang.

Lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia berpartisipasi dalam aksi kepedulian lingkungan ini pada 2008, dan setahun kemudian, diperhitungkan 4.000 kota turut serta di seluruh dunia pada jam yang ditentukan.

Pada tahun ini, aksi "Earth Hour" dimulai di Chatham Island di Selandia Baru pada pukul 06.45 GMT dan berakhir hampir 25 jam kemudian di Apia, Samoa, di Pasifik Barat pada pukul 07.30 GMT, 28 Maret.

Di Denpasar, Hotel dan Pusat Konvensi Aston Denpasar menegaskan dukungannya terhadap kampanye WWF, "Earth Hour" untuk mengurangi emisi karbondioksida di Bumi dengan cara mematikan sebagian besar penerangan dan peralatan listrik lain selama satu jam pada 27 Maret mendatang.

Pada Sabtu 27 Maret 2010 nanti semua pencahayaan di hotel dan pusat konvensi di jantung Kota Denpasar itu akan dikurangi untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap program nasional ini.

Untuk para tamu, manajemen Aston menyarankan untuk mematikan lampu di kamar mereka juga selama satu jam untuk menyukseskan program "Earth Hour" ini.
(A037/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010