Pemkab Probolinggo dapat pinjaman PEN Rp9,3 miliar

Pemkab Probolinggo dapat pinjaman PEN Rp9,3 miliar

Foto dok. Penandatanganan perjanjian pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari bersama dengan Team Leader Divisi Pembiayaan Publik PT SMI Nanang Arifin di Jakarta, Senin (26/10/202). ANTARA/HO- iskominfo Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur mendapatkan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) daerah dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp9,3 miliar dalam rangka mewujudkan percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

"Pinjaman PEN ke Kementerian Keuangan melalui PT SMI sebagai upaya Pemkab Probolinggo mempercepat pembangunan di tengah pandemi COVID-19," kata Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari di Probolinggo, Selasa.

Pinjaman PEN itu dilakukan karena APBD Kabupaten Probolinggo mengalami realokasi akibat pandemi, sehingga pemerintah harus melakukan refocusing anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan, sumber daya air, serta peningkatan infrastruktur lingkungan dan sampah.

"Mudah-mudahan pinjaman PEN ini bisa memberikan manfaat untuk pembangunan di Kabupaten Probolinggo. Selain itu, usulan kedua disetujui, sehingga bisa dilaksanakan pembangunnya di awal tahun 2021," tuturnya.

Persetujuan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pinjaman PEN oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari bersama dengan Team Leader Divisi Pembiayaan Publik PT SMI Nanang Arifin di Jakarta, Senin (26/10).

Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan pinjaman dana untuk program PEN di Kabupaten Probolinggo akan digunakan untuk program bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Probolinggo.

"Itu upaya dalam rangka percepatan pembangunan mengingat APBD kondisinya menurun dan setelah disetujui sebesar Rp9,3 miliar, kami akan melakukan kaji ulang usulan yang seharusnya pada tahun 2021 bisa diimasukkan pada APBD 2020," katanya.

Sementara Team Leader Divisi Pembiayaan Publik PT SMI Nanang Arifin mengatakan evaluasi proposal yang dilakukan telah mempertimbangkan berbagai mitigasi risiko, baik risiko keuangan, risiko hukum serta risiko lingkungan dan sosial terkait pelaksanaan pemberian pinjaman PEN Daerah.

"Perjanjian antara PT SMI dengan Pemkab Probolinggo merupakan bentuk salah satu upaya pemerintah pusat dalam menyelamatkan perekonomian daerah yang terdampak COVID-19," katanya.

Menurutnya program PEN diluncurkan sebagai stimulus untuk terus menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan menjaga optimisme masyarakat.

“Kami berharap dukungan fasilitas pinjaman PEN Daerah itu diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian di Kabupaten Probolinggo," ujarnya.
Baca juga: Sri Mulyani: APBN instrumen penting bantu masyarakat hadapi pandemi
Baca juga: KSSK: Stabilitas sistem keuangan terjaga topang pemulihan ekonom

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

OJK Sumbar tingkatkan inklusi keuangan percepat pemulihan ekonomi nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar