Bappenas: Kompetisi debat persiapkan pemikir muda untuk capai SDGs

Bappenas: Kompetisi debat persiapkan pemikir muda untuk capai SDGs

Logo Kementerian PPN/Bappenas. ANTARA/www.bappenas.go.id.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menilai kompetisi debat seperti Debat SDGs Indonesia dapat membantu Indonesia mempersiapkan para pemikir muda dalam mempercepat sustainable development goals atau SDGs.

"Saya yakin acara debat seperti ini dapat membantu Indonesia mempersiapkan para pemikir muda dengan lebih baik untuk mempercepat pencapaian SDGs, khususnya dalam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Penasihat Senior Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk Ekonomi dan Pendanaan, Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Menteri PPN ajak semua pihak lanjutkan pembangunan berkelanjutan

Baca juga: UNDP: Pembangunan berkelanjutan harus jadi bagian utama pemulihan


Menurut dia, dengan perubahan radikal yang terjadi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di tengah pandemi COVID-19, kebutuhan untuk membina para pemimpin muda dengan pemikiran kritis dan kreatif menjadi lebih mendesak dari sebelumnya.

Acara debat virtual bertajuk “Bright YOUth, Better Planet”, diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Luar Negeri dan Tanoto Foundation.

Universitas Padjajaran dinobatkan sebagai pemenang Debat SDGs Indonesia tahun kedua, dengan fokus pada keterlibatan pemuda di tengah pandemi COVID-19.

Perguruan tinggi yang berbasis di Bandung, Jawa Barat tersebut menjadi yang terbaik di antara 250 tim dari seluruh Indonesia dalam acara virtual maraton selama dua pekan.

Universitas Padjajaran meraih tongkat pemenang setelah bertanding dengan finalis President University, melalui proses final yang ketat dan disiarkan secara langsung lewat kanal Youtube @UNDPIndonesia.

Pandemi COVID-19 telah menjadi tantangan khusus bagi kaum muda yang terlepas dari perjuangan mereka, terus menjangkau komunitas yang rentan dan menjadi sukarelawan untuk membantu kelompok-kelompok yang termarjinalisasi.

Dengan latar belakang inilah acara tahun ini menyoroti bagaimana kaum muda Indonesia merespons tantangan pandemi COVID-19 dan bagaimana mereka bertindak dalam agenda SDGs.

Baca juga: Bappenas: kebijakan standar tunggal tidak tepat di era pandemi

"Debat SDGs ini menarik minat mahasiswa yang ingin mendapatkan keterampilan berharga, seperti negosiasi dan pemikiran analitis. Debat ini membantu mahasiswa untuk mendapat pengalaman langsung untuk memperoleh pengetahuan melalui proses yang memberdayakan dan bermanfaat,"kata CEO Global Tanoto Foundation, J. Satrijo Tanudjojo.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bappenas pertimbangkan kearifan lokal dalam Indeks Demokrasi Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar