Biro perjalanan di Jaksel sosialisasikan layanan umrah

Biro perjalanan di Jaksel sosialisasikan layanan umrah

Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umrah dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10/2020). ANTARA FOTO/Saudi Press Agency/Handout via REUTERS/foc.

Jakarta (ANTARA) - Biro perjalanan haji dan umrah di Jakarta Selatan menyosialisasikan perubahan layanan umrah termasuk kenaikan biaya perjalanan kepada calon jamaahnya.

"Kita menjelaskan bahwa 'new normal' ini kondisinya tidak seperti pada saat umrah sebelum pandemi," kata pendiri dan pemilik Biro Perjalanan Umrah dan Haji Fatour Travel Indonesia Firman Chandra saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Firman menyebutkan perubahan cukup signifikan terjadi pada biaya perjalanan umrah yang naik hingga mencapai 30 persen.

Menurut dia, biasanya biaya umrah Rp19 juta, Rp20 juta hingga Rp22 juta. Tapi sejak "new normal" ini biaya perjalanan hampir menyentuh angka Rp40 juta per orang.

"Sekarang harga sudah menyentuh Rp40 juta, biasanya kita jual ada yang Rp19 juta, Rp20 juta dan Rp22 juta," katanya.

Perubahan harga ini, kata Firman yang juga Ketua Bidang Advokasi Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (Amphuri) karena menyesuaikan aturan baru yang ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Baca juga: Biro perjalanan di Jaksel mulai buka layanan umrah
Baca juga: Indonesia dapat kuota 1.000 orang umrah per hari


Beberapa perubahan tersebut di antaranya maskapai penerbangan yang dibuka untuk umrah hanya Saudia Airline. Lama waktu umrah bertambah menjadi 12 hari karena tiga hari wajib isolasi mandiri di hotel.

Hotel yang digunakan oleh jamaah juga diharuskan bintang empat dan lima, dengan kapasitas satu kamar untuk dua orang.

Begitu juga dengan makanan yang diberikan tidak disediakan prasmanan, tapi diantar langsung ke kamar dengan standar makanan hotel bintang lima.

"Bus untuk mengangkut jamaah dari Madinah ke Mekah yang kapasitas 45 orang diisi untuk 20 orang," katanya.

Menurut Firman, dengan adanya sosialisasi atau pemberitahuan ini,  jamaah yang akan berangkat umrah umumnya memilih menunda 
keberangkatan sampai kondisi normal.

Salah satunya penerbangan untuk maskapai lainnya dibuka karena kebanyakan masyarakat yang tertunda keberangkatan telah memesan penerbangan dengan maskapai selain Saudia Airline.

"Umumnya jamaah memaklumi adanya perubahan ini, solusi yang kita tawarkan ada dua, berangkat dengan standar harga terbaru atau menunda," kata Firman.

Kebanyakan jamaah yang sudah mendaftar tersebut memilih untuk menunda. Jarang ada yang membatalkan keberangkatan karena pentingnya ibadah umrah bagi jamaah Indonesia.

"Mereka menunda karena faktor biaya, mayoritas tidak ada yang membatalkan," kata Firman.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Metro gerebek pesta gay di Jakarta Selatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar