Denpasar (ANTARA News) - Departemen Agama diharapkan kembali mengucurkan dana untuk melanjutkan pembangunan kampus induk Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli dalam tahun 2011.

"Dalam tahun 2010 tidak ada alokasi dana untuk melanjutkan pembangunan kampus induk tersebut, kami harap tahun depan ada kucuran dana," kata Rektor IHDN di Denpasar, Prof Dr I Made Titib, Minggu.

Ia mengatakan, alokasi dana sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan fisik dalam tahun 2010 diarahkan untuk membangun gedung berlantai tiga bagi pascasarjana S-3 di Kota Denpasar.

Gedung itu cukup representatif untuk kelancaran proses belajar mengajar di lembaga pendidikan bernuansa Hindu yang akan berfungsi mulai tahun ajaran 2010.

Prof Titib menjelaskan, pembangunan kampus induk di Bangli selama lima tahun terakhir menyerap dana sebesar Rp22,45 miliar, hampir seluruhnya berasal dari Departemen Agama.

Setiap tahunnya alokasi dana APBN itu berkisar Rp5 miliar, sehingga untuk merampungkan sarana dan prasarana lembaga pendidikan tinggi bernuansa Hindu itu masih membutuhkan waktu lama.

Pembangunan yang berhasil diwujudkan selama ini antara lain gedung perkantoran, gedung kuliah 16 lokal, dua unit gedung asrama, gedung perpustakaan dan laboratorium.

Pembangunan tersebut di atas lahan seluas 12,5 hektar yang nantinya ke depan diharapkan sebagai pusat pendidikan Hindu.

IHDN Denpasar selama ini mengelola tiga kampus masing-masing di Kota Denpasar, Singaraja dan Bangli dengan mahasiswa seluruhnya sebanyak 3.227 orang.

Sementara tenaga dosen tercatat 128 orang dan 63 pegawai administrasi. Pelayanan mahasiswa untuk program Diploma dan sarjana (S-1) telah dipindah ke Bangli, sekaligus memanfaatkan fasilitas yang ada secara maksimal.

Oleh sebab itu perlu terobosan untuk mempercepat rampungnya pembangunan kampus induk di Bangli. Selain kucuran dana pemerintah pusat, sangat diharapkan dukungan dana dari APBD Bali dan seluruh Pemkab dan Pemkot di Bali maupun peranserta dari masyarakat.

Prof Titib berharapkan, Gubernur Bali dan seluruh bupati dan walikota se Bali dapat menyisihkan sebagian dana untuk mempercepat proses pembangunan kampus yang telah digarap selama lima tahun terakhir.

Selain itu juga sangat mengharapkan dukungan DPR-RI dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) terutama asal Bali untuk ikut memperjuangkan dana ke Departemen Keuangan, Bapenas dan Departemen Agama.

Dengan cara itu pembangunan kampus yang berlokasi di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli cepat dapat dirampungkan, harap Prof Titib.
(T.I006/B013/P003)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010