Jakarta (ANTARA News) - Salah satu elemen massa yang berunjukrasa memperingati Hari Buruh Sedunia di Jakarta, Front Oposisi Rakyat (FOR) Indonesia, mengusung 11 tuntutan buruh kepada pemerintah.

Menurut aktivis FOR Indonesia Zaki Husein saat ditemui Sabtu, mereka akan menuntut dihapuskannya liberalisasi kebijakan perburuhan, penghapusan sistem PHK yang sewenang-wenang, dan menolak sistem outsourcing atau buruh kontrak.

Tuntutan lainnya adalah penghapusan kekerasan, kriminalisasi, dan pelanggaran HAM bagi rakyat pekerja, baik perempuan maupun laki-laki, dihapusnya larangan berserikat bagi rakyat pekerja (union busting), peniadaan sistem pasar tenaga kerja serta melawan penjualan asset-aset vital strategis bangsa kepada pemodal asing

Mereka juga menuntut nasionalisasi seluruh aset tambang, migas, perkebunan, dan aset strategis lainya untuk kesejahteraan rakyat, menolak perjanjian perdagangan bebas (FTA/FTZ) dan melawan bentuk-bentuk privatisasi aset-aset bangsa.

FOR Indonesia, katanya, mendesak pula penghapusan utang lama dan tolak utang baru untuk kesejahteraan rakyat serta tolak revisi UU No.13/2003 dan bentuk UU Baru yang pro-buruh.

Massa FOR Indonesia memusatkan aksi di Istana Negara, dengan sejumlah lokasi kumpul di antaranya di Kementerian Tenaga Kerja dan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Aksi dimulai dari Kementerian Tenaga Kerja mulai pukul 08.30 sampai 10.00 dan selanjutnya massa menuju Bundaran HI," katanya.

Di HI, massa aksi akan bertemu dengan elemen yang lain dan bersama-sama berjalan menuju Istana Negara.

(T.D011/A041/S026)

Pewarta: Ardianus
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010