Bertambah 21, positif COVID-19 di Kulon Progo-DIY naik 393 kasus

Bertambah 21, positif COVID-19 di Kulon Progo-DIY naik  393 kasus

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Baning Rahayujati. ANTARA/Sutarmi.

Hari ini tidak ada kasus baru klaster perkantoran, yang ada kontak dengan kasus yang sudah positif di keluarga yang masuk klaster perkantoran
Kulon Progo, DIY (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19  Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah itu dalam waktu 24 jam bertambah 21 kasus baru yang disebabkan memiliki riwayat kontak dengan klaster perkantoran, sehingga jumlah totalnya naik menjadi 393 kasus.

"Hari ini tidak ada kasus baru klaster perkantoran, yang ada kontak dengan kasus yang sudah positif di keluarga yang masuk klaster perkantoran," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Minggu.

Ia mengatakan 21 kasus pasien terkonfirmasi COVID-19 baru, yakni KP-373 adalah laki-laki umur 46 tahun, warga Galur yang riwayat kontak dalam penelusuran, KP-374 adalah perempuan umur 27 tahun, warga Pengasih memiliki kontak KP-328, KP-375 umur 37 tahun warga Sentolo, KP-376 adalah perempuan umur 11 tahun warga Pengasih memiliki kontak KP-274.

Selanjutnya, KP-377 adalah perempuan umur 56 tahun warga Sentolo memiliki kontak KP-311, KP-378 adalah laki-laki umur 33 tahun warga Sentolo memiliki kontak KP-311, KP-379 adalah laki-laki umur 55 tahun pegawai Puskesmas Sentolo 2 memiliki kontak Disdukcapil, KP-380 adalah laki-laki umur 45 tahun warga Sentolo memiliki kontak KP-292, KP-381 adalah laki-laki umur 21 tahun warga Sentolo memiliki kontak KP-292, dan KP-382 adalah perempuan umur 57 tahun warga Sentolo memiliki kontak KP-286.

Kemudian, KP-383 adalah laki-laki umur 12 tahun warga Nanggulan memiliki kontak KP-310, KP-384 adalah perempuan umur 14 tahun warga Nanggulan memiliki kontak KP-310, KP-385 adalah laki-laki umur 10 tahun warga Nanggulan memiliki kontak KP-310, KP-386 adalah perempuan umur 14 tahun warga Nanggulan memiliki kontak KP-281, KP-387 adalah laki-laki umur 62 tahun warga Nanggulan memiliki kontak KP-310, KP-388 adalah balita laki-laki umur 4 tahun warga Wates memiliki kontak KP-303.

Selanjutnya, KP-389 adalah perempuan umur 41 tahun warga Pengasih merupakan tenaga kesehatan RSUD Wates, KP-390 adalah perempuan umur 42 tahun warga Wates merupkan tenaga kesehatan RSUD Wates, KP-391 adalah perempuan umur 32 tahun warga Pengasih merupakan pasien RSUD Wates, KP-392 adalah perempuan umur 34 tahun warga Panjatan merupakan pasien RSUD Wates, dan KP-393 adalah laki-laki umur 52 tahun warga Temon dan meninggal di RSUD Wates.

"Tiga kecamatan/kapanewon yang kasus pertambahan COVID-19 cukup tinggi, yakni Wates, Pengasih dan Sentolo. Hari ini ada satu pasien terpapar COVID-19 yang meninggal dunia," katanya.

Selain itu, ada delapan kasus pasien terkonfirmasi yang sembuh, yakni KP-276 warga Sentolo, KP-258 warga Girimulyo, KP-157 warga Kokap, KP-227 warga Kokap, KP-221 warga Panjatan, KP-222 warga Kokap, KP-230 warga Kokap, KP-206 warga Kokap.

"Sehingga hingga sampai saat ini, total pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo mencapai 393 kasus dengan rincian 31 isolasi rumah sakit, 129 isolasi mandiri, 223 sembuh, dan 10 meninggal dunia," kata Baning Rahayujati.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengatakan satu pekan terakhir sempat dihebohkan dengan informasi kenaikan COVID-19.

Ia meminta kepada semua pihak jangan panik karena COVID-19 memang cepat sekali menular, sehingga banyak yang terpapar berdasarkan kontak erat dalam lingkup lingkungan kerja contohnya di Disdukcapil.

"Kasus Klaster Disdukcapil ini sebagai evaluasi kita bersama bahwa bahaya COVID-19 ini nyata, mudah sekali menular. Sehingga ini menjadi koreksi kita bersama untuk selalu hati-hati dalam segala kegiatan termasuk bekerja," katanya.

Namun demikian, kata dia, virus corona jenis baru penyebab COVID-19 itu memang sudah merajalela dan ada di mana-mana. Untuk itu masyarakat harus tetap berhati hati.

Dari pemaparan Dinkes ini sudah menjadi klaster-klaster dan transmisi lokal. Apalagi di lingkungan ASN ini sebagai pembelajaran bahwa harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

"Hal seperti ini jangan sampai terulang lagi. Semua bisa dihindari asal kita betul-betul protektif dengan protokol kesehatan," demikian Fajar Gegana.

Baca juga: Disdukcapil Kulon Progo direkomendasikan ditutup akibat COVID-19

Baca juga: Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo bertambah empat kasus

Baca juga: Delapan pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo dinyatakan sembuh

Baca juga: Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo capai 244 kasus

Pewarta: Sutarmi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPU segera ganti petugas KPPS yang tolak tes cepat COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar