London (ANTARA News) - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjalin kerja sama dengan Federasi Bulu Tangkis Rusia dalam program pelatihan pemain dan pelatih asal negara beruang putih ini.

Kesepakatan kedua organisasi olahraga bulu tangkis itu dilakukan Staf Khusus PBSI, Yan Haryadi, dengan Direktur Eksekutif Federasi Bulu Tangkis Rusia, Georgy Abolyanin di Moskow, ujar Counsellor, KBRI Moskow M. Aji Surya, kepada koresponden ANTARA London, Kamis.

Menurut M. Aji Surya, diplomasi bulu tangkis yang dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow lebih dari satu setengah tahun lalu telah menghasilkan kesepakatan.

Kedua pihak menyampaikan kesepakatan Ketua Umum PBSI dan Federasi Bulu Tangkis Rusia akan menandatangani kerja sama tersebut di Jakarta, Juni mendatang.

Setelah kesepakatan itu ditandatangani, Georgy berharap lebih banyak para pemain dan pelatih bulu tangkis Rusia berlatih di Indonesia.

Selain itu, pihaknya merencana mengimpor pelatih Indonesia untuk melatih atlet Rusia yang dapat menjadi batu pijakan bagi kebangkitan olahraga bulu tangkis di Rusia.

"Jujur, kami memilih Indonesia karena pendidikan badminton di Indonesia lebih alamiah dan cocok dengan atlet Rusia," ujarnya.

Sementara itu, Yan Haryadi dalam pernyataannya menyambut baik rencana kerja sama dimaksud.

Bahkan, usai perjanjian itu ditandatangani oleh PBSI, pihaknya menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan pebulu tangkis dari negeri beruang putih.

Untuk langkah awal, pihaknya melakukan pelatihan di Indonesia. Bila sudah memungkinkan, baru mengirimkan pelatih ke Rusia. "Maklum, rencana pelatihan di luar negeri sering terkendala dengan bahasa," akunya.

Dalam konsep kesepakatan yang akan ditandatangani tersebut mencakup banyak hal, di antaranya kerja sama bidang manajemen, infrastruktur, ilmu badminton, pelatihan, pemutakhiran informasi, serta soal kompetisisi.

Dubes Hamid Awaludin menyambut hangat persetujuan kerja sama tersebut dengan adanya dialog antara PBSI dan Federasi Bulu Tangkis Rusia di kantornya.

Bagi Dubes Awaludin, terlaksananya kesepakatan ini merupakan capaian tersendiri bagi KBRI Moskow dalam melakukan diversifikasi diplomasi.

"Negosiasi ini tidak kalah pentingnya dari yang dilakukan di PBB. Diplomasi teplok bulu kita tinggal selangkah lagi. Sekali smash langsung jalan," ujar Dubes. (U-ZG/D007)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010