Jakarta (ANTARA News) - Puluhan pelajar Sekolah Dasar Karet Tengsin 15 Pagi Jakarta Pusat menyambut antusias pemain Liverpool era 80-an, Ian Rush, yang mengunjungi sekolah tersebut, Senin.

Beberapa pelajar putri menyambut kedatangan Ian Rush dengan tarian asli Betawi serta menyanyikan lagu kicir-kicir dengan iringan musik yang dipersiapkan khusus untuk menyambut kedatangan legenda sepak bola asal Wales tersebut.

"Saya berharap apabila kalian mempunyai keinginan hendaknya disertai dengan kerja keras untuk mewujudkannya," ujar Ian Rush yang berbicara di depan puluhan pelajar tersebut.

Beberapa murid SD Karet Tengsin diberikan kesempatan untuk bertanya kepada legenda Liverpool itu dan tentu saja para murid tidak menyia-nyiakan kesempatan yang langka itu.

"Bagaimana caranya agar Indonesia bisa meniru permainan Liverpool,?" tanya Dawai (salah satu murid kelas tiga) kepada Ian Rush yang disambut dengan tepuk tangan pengunjung.

"Indonesia harus banyak latihan, karena sepakbola adalah permainan tim sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik," Jawab pria yang sering dijuluki "Si Hidung Betet" itu.

Selain para murid yang bergembira atas kedatangan legenda sepak bola dunia, para penggemar lainnya termasuk ibu rumah tangga juga tidak melewatkan kesempatan untuk meminta tanda tangan dari pria asal Wales tersebut.

"Saya senang bisa bertemu dengan dia. Dua hari sebelumnya saya hanya melihat di televisi akhirnya sekarang bisa melihat langsung," kata Ruly, ibu rumah tangga, yang mendapatkan tanda tangan di pakaian yang ia kenakan.

"Baju ini tidak akan pernah saya cuci," katanya

Kedatangan Ian Rush ke sekolah tersebut tas prakarsa dari Bank Permata untuk mewujudkan program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) melalui berbagai aktivitas kepedulian terhadap dunia pendidikan.

"Beberapa tahun ini kami memang fokus pada dunia pendidikan. Dengan mendatangkan Ian Rush ke sekolah ini karena SD ini menjadikan sepakbola sebagai olahraga favorit," ujar Mutiara DA Mulia, Kepala Eksternal Komunikasi Bank Permata, soal alasannya mendatangkan Ian Rush ke SD Tengsin.

Ian Rush datang ke Indonesia atas undangan British Chamber (BritCham) dan Permata Bank pada 14-17 Mei. Selama dua hari, 16-17 Mei, dia bersama Bank Permata melakukan kegiatan bersama secara eksklusif di antaranya coaching clinic kepada 160 orang nasabah terpilih di STC Senayan.

Selain itu, Ian rush juga bertemu dengan para penggemar fanatik Liverpool (BIGREDS Indonesia), semasa menjadi pemain ia pernah mendapatkan tiga gelar sekaligus di tahun 1984 yaitu pemain terbaik versi PFA dan PWA serta sepatu emas dengan torehan 32 gol.(M-KNT/I015)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010