RI jajaki kerja sama ekonomi dengan UAE dan Arab Saudi

RI jajaki kerja sama ekonomi dengan UAE dan Arab Saudi

Tangkapan layar - Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Webinar Outlook Ekonomi Syariah 2021, Rabu (2/12/2020). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Republika official /pri. (ANTARA/Tangkapan layar Youtube Republika official)

Jakarta (ANTARA) - Menko Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marinves) serta  Menteri BUMN menjajaki kerja sama dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi dalam rangka memulihkan perekonomian pasca COVID-19.

Menteri BUMN Erick Tohir dalam keterangani yang diterima di Jakarta, Kamis mengharapkan kerja sama investasi dan ekonomi dapat terwujud dengan partisipasi UEA dan Arab Saudi di Sovereign Wealth Fund (SWF).

Selain itu, lanjut dia, kerja sama juga terjalin dalam proyek-proyek BUMN antara lain Bank Syariah BUMN, investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, serta ketertarikan Indonesia dalam membangun Rumah Indonesia di Mekkah untuk jemaah umroh dan haji.

Menteri Erick dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah menyelesaikan tugas kunjungan kerja ke Abu Dhabi dan Riyadh dimana keduanya bertemu Putera Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, Menteri Investasi Arab Saudi Khalid al-Falih, dan Menteri Keuangan Arab Saudi Ibrahim Abdulaziz Al-Assaf.

Kunjungan ke dua negara sahabat Timur Tengah ini dilakukan untuk mempererat hubungan strategis dan persahabatan di bidang investasi dan ekonomi terutama pada saat paska COVID-19.

Pada kunjungan itu, Menteri BUMN juga memberikan paparan mengenai transformasi BUMN yang saat ini sudah berjalan dimana jumlah klaster berkurang dari 27 ke 12, pengelolaan perusahaan BUMN yang sesuai tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan banyak kinerja perusahaan BUMN di bursa saham Indonesia yang diapresiasi oleh market.

"Kemajuan dari transformasi ini sangat diapresiasi oleh Pemerintah UEA dan Arab Saudi," katanya.

Sementara itu, Menko Marves Luhut melihat perlunya kerja sama bilateral yang lebih erat antar negara untuk bisa memulihkan perekonomian pasca COVID-19.

Disampaikan, kedatangan vaksin telah memberikan berita baik di bidang perekonomian, namun tanpa kerja sama yang nyata dalam investasi dan ekonomi, pemulihan ekonomi Indonesia tidak akan optimal.


Baca juga: Indonesia bahas kerja sama kesehatan, ekonomi dengan UAE

Baca juga: Supermarket di Dubai Tertarik Impor Makanan Indonesia

Baca juga: Luhut undang UEA lihat potensi "hydropower" Indonesia

Baca juga: Emirat Arab investasi energi ke Indonesia senilai Rp314 triliun

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri BUMN dan Menkes ajak KPK kawal vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar