Melihat topeng-topeng tradisional Negeri Ginseng lewat pameran virtual

Melihat topeng-topeng tradisional Negeri Ginseng lewat pameran virtual

Poster pameran topeng tradisional Korea (HO/KCC Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Kesenian topeng ada di berbagai negara, tak cuma di Indonesia tetapi juga di Korea Selatan. Di Negeri Ginseng, terdapat tarian topeng yang tersebar di berbagai daerah yang umumnya memuat sindiran tentang maksiat kelas penguasa dan kesedihan rakyat jelata.

Korea Cultural Center (KCC) Indonesia mengadakan pameran topeng tradisional Korea melalui laman resminya hingga 25 Desember 2020 sebagai bagian dari K-Festival 2020 sekaligus peringatan 100 tahun kedatangan warga Korea ke Indonesia.

Dalam keterangannya, Selasa, KCC berharap pameran yang diadakan secara daring ini dapat memberikan pengalaman bagi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal serta meningkatkan pengetahuan tentang budaya tradisional Korea.

Aneka topeng Korea Selatan di tampilan dalam pameran bertajuk "Rumor dan Sindiran".

Terdapat 30 karya, mulai dari topeng Hae-hae dari daerah Provinsi Hwanghae, topeng Sandaenori dari daerah Seoul, Provinsi Gyeonggi, topeng Byeolsingut yang berdasarkan ritual Syamanisme “Gut”, lalu topeng Yaryu dan Ogwangdae dari daerah Busan, Provinsi Gyeongsang Selatan.

Setiap topeng dilengkapi keterangan singkat dan padat mengenai tarian yang memakai topeng tersebut hingga makna di baliknya. Salah satunya topeng Malddugi (pelayan) yang digambarkan memakai topi. Wajahnya berwarna hitam, namun area sekitar mata dicat putih agar menyembul. Topeng ini tampil di tari topeng Bongsan, tarian Yangban.

Melalui pameran ini, KCC Indonesia ingin mengenalkan kehidupan suka dan duka masyarakat Korea masa lampau yang meliputi filosofi hidup dan budaya negara tersebut.

Baca juga: BTS kerjasama dengan Organisasi Pariwisata Seoul promosi ibukota Korea

Baca juga: KTO Jakarta rilis buku panduan baru wisata ke Korea

Baca juga: Mengintip Seoul lewat tur virtual ke Korea Selatan

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pandemi perajin topeng siasati produksi berbahan kertasĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar