6.251 pasien COVID-19 di Sulawesi Tenggara sembuh

6.251 pasien COVID-19 di Sulawesi Tenggara sembuh

Dokumentasi - Seorang pemuda di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) disanksi "push up" akibat tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah. ANTARA/Harianto.

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan total pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona di provinsi itu hingga 17 Desember 2020 mencapai 6.251 orang.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Kamis, mengatakan hari ini jumlah pasien sembuh tercatat lebih banyak dari kasus positif baru, yakni 66 orang berasal dari enam daerah.

Baca juga: Pasien COVID-19 meninggal di Sultra menjadi 121 orang

"Pasien sembuh hari ini di Kota Kendari 19 orang, Baubau 18 orang, Konawe Utara, Bomana dan Muna masing-masing tiga orang, dan Wakatobi 20 orang," ujar Rabiul.

Sementara itu, penambahan kasus positif baru di Sultra tercatat 29 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 7.355 orang.

"Kasus positif baru hari ini masing-masing satu orang dari Kabupaten Bombana, Buton, Konawe, Konawe Utara, dan Konawe Selatan. Kemudian Muna Barat dua orang, Kota Kendari 17 orang, dan Baubau empat orang," tutur Rabiul.

Ia menyampaikan untuk data pasien COVID-19 yang meninggal di Sulawesi Tenggara juga ada penambahan satu orang, laki-laki 49 tahun berasal dari Kabupaten Bombana, sehingga total pasien meninggal menjadi 121 orang.

Pria yang akrab disapa dokter Wayong ini mengingatkan bahwa penyebaran pandemi COVID-19 di Sulawesi Tenggara masih terjadi, sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat agar miliki kesadaran tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Baca juga: Total 120 orang pasien COVID-19 meninggal di Sulawesi Tenggara

Baca juga: Satgas: Total 6.080 pasien COVID-19 sembuh di Sultra


"Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, kita juga harus gencar melakukan sosialisasi, edukasi pencegahan maupun deteksi dini terhadap pandemi COVID-19 ini, sehingga bisa menekan angka kasus kita," pungkas Wayong.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dumai kembali jadi pintu masuk pemulangan TKI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar