Alasan jangan "waxing" rambut hidung

Alasan jangan "waxing" rambut hidung

Ilustrasi hidung (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Jika mencukur rambut yang tumbuh di kaki atau bahkan waxing yakni penghilangan rambut dari akarnya dengan menggunakan zat lengket, seperti lilin tampaknya tak akan menjadi masalah kecuali ada kondisi tertentu, berbeda halnya jika hal ini Anda lakukan pada rambut hidung.

"Rambut hidung sangat penting untuk sistem pernapasan. Rambut ini tempat pertama menyaring udara yang Anda hirup, bertindak sebagai filter untuk memblokir partikel yang lebih besar serta mikroba," kata pakar dermatologi dan founder Visha Skincare, Purvisha Patel seperti dikutip dari Shape, Selasa.

Baca juga: Pilih ketiak berbulu atau tanpa bulu? Ini kata Chelsea Islan

Prosedur waxing pada rambut hidung tidak hanya membuat Anda berisiko mengalami peradangan di hidung yang tanda-tandanya meliputi gatal, rasa terbakar, bersin, tetapi juga iritasi paru-paru.

Patel menyarankan untuk tidak melakukan waxing rambut hidung. Daripada melakukannya, memotong bagian rambut yang Anda anggap tidak sedap dipandang adalah pilihan yang jauh lebih aman.

Anda bisa menggunakan gunting kecil kutikula atau alis untuk memotong ujung rambut yang menonjol dan terlihat di bawah lubang hidung Anda.

Hidung merupakan tempat utama bagi bakteri di dalam tubuh. Sementara waxing, jika dilakukan dengan tidak benar, seringkali dapat menyebabkan hilangnya tidak hanya rambut tetapi juga sebagian kulit.

Patel mengatakan, waxing juga bisa menciptakan luka terbuka atau borok, yang pada gilirannya dapat terinfeksi oleh bakteri yang sudah hidup di hidung Anda.


Baca juga: Perempuan sebaiknya hindari 'waxing'

Baca juga: Banyak orang hilangkan bulu di bagian ini

Baca juga: Perempuan Prancis unggah foto ketiak berbulu di Twitter

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar