Dinas Pertamanan benarkan ada dana Rp185 miliar untuk makam COVID-19

Dinas Pertamanan benarkan ada dana Rp185 miliar untuk makam COVID-19

Petugas memakamkan jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020) . ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.

Enggak semua Rp185 miliar. Kan ada penawarannya ya
Jakarta (ANTARA) - Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta membenarkan ada penyiapan dana sebesar Rp185 miliar untuk pengadaan lokasi makam khusus bagi jenazah COVID-19.

Meski tidak mengatakannya secara rinci, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati, Senin, menyebutkan uang yang disiapkan sebesar Rp185 miliar itu digunakan untuk membeli lahan kuburan di lima lokasi, yakni TPU Srengseng Sawah, TPU Bambu Wulung (Bambu Apus), TPU Dukuh, TPU Semper dan TPU Joglo.

"(Dana Rp185 miliar) Itu adalah yang kemarin. Yang dibeli lima (lokasi) itu," kata Suzi saat dikonfirmasi di Jakarta.

Akan tetapi, Suzi menampik pembelian lahan pemakaman di lima lokasi tersebut menghabiskan seluruh dana sebesar Rp185 miliar sehingga bisa disimpulkan bahwa masih ada sisa anggaran dari pembelian lahan itu.

"Enggak semua Rp185 miliar. Kan ada penawarannya ya," kata Suzi.

Baca juga: 158 pasien COVID-19 dimakamkan secara tumpang di Pondok Ranggon
Petugas yang mengenakan APD memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Selasa (29/12/2020). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww. 
Di tempat terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga mengatakan memang ada anggaran yang disiapkan untuk pembelian lahan kuburan untuk pemakaman jenazah COVID-19.

Dia menjelaskan sejak akhir 2020, Pemprov DKI sudah menyiapkan pemakaman tambahan 
untuk COVID-19.

"Prinsipnya kita akan menyiapkan berbagai fasilitas tidak hanya pemakaman, tapi sekali lagi yang paling penting bukan itu, yang paling penting masyarakat patuh dan disiplin," tuturnya.

Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa TPU Rorotan di Jakarta Utara saat ini belum bisa digunakan untuk memakamkan jenazah COVID-19.

Baca juga: Wagub DKI: Permasalahan makam COVID-19 tak hanya di Jakarta
Petugas yang mengenakan APD membawa peti berisi jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Kamis (21/1/2021). TPU Srengseng Sawah yang baru sepekan dibuka untuk pemakaman dengan protokol COVID-19 dan menyediakan 541 liang lahat hampir penuh karena tingginya jumlah kematian akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
Isu pembelian lahan makam untuk mengantisipasi kekurangan lahan makam jenazah COVID-19 ini, pertama kali diungkap oleh Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta.

Di tengah krisis lahan makam COVID-19, PSI meminta agar Gubernur Anies segera membuka lahan yang telah dibeli. Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp185 miliar untuk pengadaan tanah makam.

"Kalau tanah untuk makam tersebut sudah dibayar, maka seharusnya segera digunakan untuk masyarakat. Tapi realitanya hingga saat ini malah terjadi krisis pemakaman COVID-19," kata Wakil Ketua PSI DPRD DKI, Justin Untayana.

Anggota Komisi D DPRD DKI ini menyayangkan Pemprov DKI tidak transparan mengenai lokasi lahan makam yang telah dibeli tersebut.

"Hingga saat ini pun kita tidak tahu dimana lahan tersebut. Ini kan dibeli pakai uang rakyat, tapi mengapa lokasi lahan seolah-olah dirahasiakan?" tanya Justin.

DKI Jakarta sedang mengalami krisis lahan makam COVID-19 akibat penuhnya TPU Tegal Alur (Jakarta Barat) dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur.
 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cerita Wagub Ahmad Riza Patria sembuh dari COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar