Wall Street bervariasi, S&P dan Nasdaq ditutup di rekor tertinggi

Wall Street bervariasi, S&P dan Nasdaq ditutup di rekor tertinggi

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/Reuters/pri.

Pasar menyukai uang, entah itu fiskal atau moneter, dan sekarang Anda memiliki keduanya
New York (ANTARA) - Perdagangan saham Wall Street kembali bervariasi pada penutupan transaksi Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks S&P dan Nasdaq bertengger di rekor tertinggi namun Dow melemah, saat kekhawatiran atas waktu dan ruang lingkup stimulus fiskal mengurangi optimisme awal pekan ini yang marak dengan laporan laba dari perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 36,98 poin atau 0,12 persen menjadi berakhir di 30.960,00 poin. Indeks S&P 500 terangkat 13,89 poin atau 0,36 persen menjadi ditutup di 3.855,36 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 92,93 poin atau 0,69 persen lebih tinggi menjadi 13.635,99 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah hijau, dengan utilitas menguat 1,95 persen, memimpin kenaikan. Sementara sektor tergelincir 1,06 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Investor mengalihkan fokus mereka ke Senat AS, yang bertujuan untuk mengesahkan undang-undang bantuan COVID-19 sebelum persidangan pemakzulan mantan Presiden Donald Trump dimulai pada awal Februari. Saham-saham bergerak lebih rendah setelah Pemimpin Mayoritas Demokrat Chuck Schumer memperingatkan RUU stimulus mungkin tidak lolos dalam empat hingga enam minggu.

Para pejabat dalam pemerintahan Presiden Joe Biden mencoba untuk mencegah kekhawatiran Partai Republik bahwa proposal bantuan pandemi senilai 1,9 triliun dolar AS terlalu mahal.

“Apa yang benar-benar menopang pasar adalah stimulus - itulah semua tentang itu,” kata Joe Saluzzi, co-manager perdagangan di Themis Trading di Chatham, New Jersey.

“Pasar menyukai uang, entah itu fiskal atau moneter, dan sekarang Anda memiliki keduanya. Jadi jika Anda menarik karpet dari rencana stimulus, itu mungkin menjadi, tetapi mereka tidak akan melakukannya."

Setelah melonjak 1,4 persen ke rekor intraday, Nasdaq memberi kembali sebagian besar keuntungannya, dengan apa yang disebut sebagai pemenang "tinggal di rumah", termasuk Microsoft Corp, Facebook Inc dan Apple Inc, naik setelah hasil positif dari Netflix Inc minggu lalu.

Namun, dorongan lebih tinggi terakhir mengirim S&P dan Nasdaq ke rekor penutupan, setelah Biden mengungkapkan rencananya untuk meningkatkan manufaktur domestik melalui pembelian oleh pemerintah AS.

Microsoft, yang dijadwalkan melaporkan hasil keuangan pada Selasa, melonjak 1,58 persen ketika Wedbush menaikkan target harga pada saham pembuat perangkat lunak tersebut di tengah ekspektasi pertumbuhan lebih lanjut dalam bisnis cloud-nya untuk 2021.

Sektor S&P 500 yang menampung saham-saham pertumbuhan berkapitalisasi besar, termasuk layanan teknologi dan komunikasi juga ditutup pada level rekor.

Indeks-indeks utama Wall Street mencapai level tertinggi sepanjang masa minggu lalu di tengah optimisme untuk pembukaan kembali ekonomi yang lebih lengkap dan distribusi vaksin yang lancar di seluruh negeri, yang menderita lebih dari 175.000 kasus baru COVID-19 per hari dengan jutaan orang menganggur.

Pada Senin pagi, pembuat obat Merck & Co mengatakan akan menghentikan pengembangan dua vaksin COVID-19. Sahamnya berhasil menghindari kerugian awal dan mengakhiri sesi dengan naik 0,21 persen.

Baca juga: Wall Street dibuka bervariasi jelang pekan laporan laba
Baca juga: Wall St beragam, Dow dan S&P ditutup turun karena kekhawatiran virus
Baca juga: Wall Street dibuka dekati rekor tertinggi, ditopang optimisme vaksin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar