Saham Australia dibuka anjlok setelah Wall Street tumbang

Saham Australia dibuka anjlok setelah Wall Street tumbang

Seorang pekerja terlihat di antara layar monitor pergerakan harga saham di Australian Securities Exchange (ASX) Sydney, Australia. ANTARA/REUTERS/Stringer/am.

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia anjlok pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, menyusul kerugian besar Wall Street semalam setelah beberapa hedge fund melakukan aksi jual besar-besaran.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 terpuruk 144 poin atau 2,11 persen menjadi 6.666,30 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas merosot 155,8 poin atau 2,19 persen menjadi 6.937,90 poin.

Semua sektor cenderung lebih rendah, dengan energi dan teknologi informasi terpukul paling parah, mencatat penurunan lebih dari 3,00 persen.

"Indeks-indeks utama saham AS turun sekitar 2,5 persen dalam perdagangan semalam, menentang berita menenangkan dari Federal Reserve AS," kata kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

Baca juga: Saham Australia dibuka melemah terseret sektor sumber daya

"Kekhawatiran pertumbuhan menyebar ke pasar-pasar lain," katanya.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia terperosok dengan Commonwealth Bank turun 2,99 persen, ANZ turun 3,28 persen, National Australia Bank turun 2,89 persen dan Westpac Bank turun 2,68 persen.

Saham-saham pertambangan jatuh dengan Rio Tinto turun 3,08 persen, BHP turun 1,98 persen, penambang emas Newcrest turun 2,03 persen dan Fortescue Metals turun 3,55 persen.

Baca juga: Saham Australia ditutup naik, terkerek lonjakan tambang dan teknologi

Produsen-produsen minyak dan gas terpuruk dengan Oil Search turun 4,93 persen, Santos turun 3,65 persen, dan Woodside Petroleum turun 3,27 persen.

Supermarket terbesar Australia merosot dengan Coles turun 2,81 persen dan Woolworths turun 2,32 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra berkurang 2,07 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas terpangkas (2,27 persen dan perusahaan biomedis CSL anjlok 3,79 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar