Italia laporkan 492 kematian, 14.372 kasus baru COVID

Italia laporkan 492 kematian, 14.372 kasus baru COVID

Warga memakai topeng berkumpul melakukan protes terhadap tindakan pengaturan pemerintah yang diberlakukan untuk melawan kenaikan jumlah kasus infeksi penyakit virus corona (COVID-19), di Campo De' Fiori, Roma, Italia, Sabtu (31/10/2020). REUTERS/Remo Casilli/foc/cfo (REUTERS/REMO CASILLI)

Roma (ANTARA) - Italia pada Kamis (28/1) melaporkan 492 kematian akibat infeksi virus corona, naik dari 467 pada hari sebelumnya sementara kasus tambahan COVID-19 turun menjadi 14.372 dari 15.204, kata kementerian kesehatan.

Kementerian kesehatan Italia menyebutkan bahwa sebanyak 275.179 tes COVID-19 dilakukan dalam satu hari terakhir, dibandingkan 293.770 sehari sebelumnya.

Italia kini telah mencatat 87.381 kematian terkait dengan COVID-19 sejak Februari lalu, yang merupakan jumlah korban infeksi corona tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris dan tertinggi keenam di dunia.
 
Negara itu telah melaporkan 2,516 juta kasus COVID-19 hingga Kamis (28/1).

Baca juga: PM Italia tak terima pengiriman vaksin COVID-19 lambat
Baca juga: Tanggapi varian baru COVID, Italia tangguhkan penerbangan dari Brazil


Jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit - tidak termasuk mereka yang berada dalam ruang perawatan intensif - mencapai 20.778 pada Kamis, dibandingkan dengan 21.161 sehari sebelumnya.

Kemudian, terdapat 102 pasien baru COVID-19 yang harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU), dibandingkan 115 pasien ICU pada hari sebelumnya. Jumlah total pasien COVID di ICU mencapai 2.288, yakni turun dari 2.352 pada Rabu (27/1).

Ketika gelombang kedua epidemi COVID-19 di Italia semakin meningkat dengan cepat pada paruh pertama November, penerimaan pasien di rumah sakit meningkat sekitar 1.000 orang per hari, sementara pasien yang membutuhkan perawatan intensif meningkat sekitar 100 orang per hari.

Sumber: Reuters

Baca juga: Italia minta Uni Eropa menindak Pfizer atas penundaan vaksin
Baca juga: Pasokan vaksin COVID-19 tertunda, Italia akan ambil langkah hukum

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar