Dokter Paru: Patuhi protokol kesehatan saat PPKM

Dokter Paru: Patuhi protokol kesehatan saat PPKM

Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) cabang Jawa Tengah dr. Indah Rahmawati, Sp.P. ANTARA/HO - dok. pribadi.

Purwokerto (ANTARA) - Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jawa Tengah dr. Indah Rahmawati, Sp.P mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Mari bersama-sama patuhi PPKM sebagai salah satu upaya untuk memutus siklus penularan COVID-19," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu.

Dia mengingatkan bahwa memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Baca juga: Presiden Jokowi sebut implementasi PPKM tak tegas dan tak konsisten

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada saat ingin makan bersama dan harus melepas masker. "Pada saat makan bersama ada kemungkinan melepas masker dan terjadi kontak dengan orang tanpa gejala dalam jarak yang tidak aman," katanya.

Karena itu, yang menjadi kunci penting, kata dia, adalah memastikan tetap menjaga jarak. "Bahkan, jika perlu pilih tempat makan yang berada di luar ruang atau 'outdoor', karena ruangan terbuka dan jarak fisik yang terjaga bisa mengurangi risiko penyebaran dan penularan COVID-19," katanya.

Sementara itu ahli epidemiologi lapangan dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo mengatakan risiko penularan dapat meningkat saat seseorang membuka masker. "Memang saat makan kan harus buka masker, itu sudah berisiko, apalagi jika kita makan bersama di ruangan tertutup atau yang ventilasinya kurang baik," katanya.

Karena itu, kata dia, masyarakat harus memastikan tetap menjaga jarak sesuai dengan rekomendasi. "Virus SARS CoV-2 sangat mudah menular dengan inhalasi, yakni proses saat menghirup oksigen melalui hidung dan masuk ke paru-paru, baik melalui droplet atau cipratan liur yang dikeluarkan seseorang dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, bahkan berbicara," paparnya.

Selain itu, tambah dia, penularan juga dapat melalui aerosol, yakni partikel padat atau cair yang tertahan dalam partikel gas seperti udara serta melalui kontak langsung dan sentuhan benda-benda tercemar.

Baca juga: DPRD sesalkan Gubernur NTB melanggar prokes COVID-19

Baca juga: Vaksinasi dan disiplin patuhi prokes kunci akhiri pandemi COVID-19

Baca juga: Kemenhub perpanjang prokes perjalanan dalam dan luar negeri


"Karena itulah upaya memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan merupakan langkah yang sangat efektif dalam mencegah penyebaran COVID-19," katanya.

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden ingatkan kepala daerah waspadai lonjakan COVID-19 pasca-Lebaran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar