Pelayanan publik di Sulbar pascagempa mulai berjalan

Pelayanan publik di Sulbar pascagempa mulai berjalan

Pascagempa bumi berkekuatan 6, 2 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, para pegawai mulai melakukan aktivitas di tenda-tenda darurat di halaman Kantor Gubernur Sulbar, Senin (1/2). (ANTARA/Amirullah)

Mamuju (ANTARA) - Pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan di Provinsi Sulawesi Barat pascagempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, pada Senin, mulai terlihat berjalan.

Dilaporkan dari Mamuju, sejumlah aktivitas pelayanan publik dan kegiatan pemerintahan terlihat dijalankan melalui tenda-tenda darurat.

Di kompleks Kantor Gubernur Sulbar, sejumlah tenda terlihat didirikan di lokasi kosong yang jauh dari bangunan dan sebagian organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi mendirikan tenda di tempat parkir kantor pemerintahan setempat.

Di tenda-tenda darurat tersebut, para pegawai terlihat melakukan aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Walaupun masih dalam kondisi trauma akibat gempa, tapi berdasarkan surat edaran Sekretaris Provinsi Sulbar yang meminta agar seluruh pegawai masuk kerja hari ini, sehingga kami mulai beraktivitas," kata salah seorang pegawai lingkup Pemprov Sulbar Adnan ditemui di salah satu tenda di Kompleks Kantor Gubernur Sulbar.

Baca juga: Dukcapil ganti dokumen kependudukan 3.549 KK korban gempa Sulbar
Baca juga: Warga Mamuju kembali mengungsi akibat gempa susulan
Baca juga: Rumah Sakit Lapangan TNI-AD mengoperasi tiga warga korban gempa


Sementara, salah seorang staf di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulbar Wahid mengatakan, aktivitas pegawai pada instansi tempatnya bekerja, sudah mulai berjalan empat hari pascagempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene.

"Kami sudah aktif bekerja sejak 18 Januari 2021," kata Wahid, saat ditemui di tenda Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulbar di kawasan Kantor Gubernur Sulbar.

Aktivitas para pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulbar itu kata dia, akan dilakukan di tenda darurat hingga Kantor Gubernur Sulbar yang ambruk akibat gempa usai dibangun.

"Ada 20 orang pegawai di sini dan semuanya aktif seperti biasa, walaupun kami berada di tenda," ungkap Wahid.

Pantauan serupa juga terlihat di kantor-kantor pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Mamuju.

Di Kantor Pengadilan Negeri Mamuju, aktivitas para pegawai juga terlihat di lakukan di sejumlah tenda darurat yang didirikan di halaman depan kantor tersebut.

Begitupun dengan aktivitas di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulbar yang gedungnya juga mengalami rusak berat akibat diguncang gempa, dilakukan di dalam tenda darurat.

Sebelumnya, Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris meminta agar seluruh pegawai, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun para CPNS yang baru direkrut agar segera masuk kantor mulai 1 Februari 2021.

"Saya sudah mengeluarkan surat edaran yang meminta para ASN, termasuk CPNS rekrutan baru untuk masuk kantor pada 1 Februari 2021. Jadi, absensi mulai efektif pada Senin (1/2)," tegas Muhammad Idris.
 
Pascagempa bumi berkekuatan 6, 2 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, para pegawai mulai melakukan aktivitas di tenda-tenda darurat di halaman Kantor Gubernur Sulbar, Senin (1/2). (ANTARA/Amirullah)

Pewarta: Amirullah
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

53 ton bantuan kemanusiaan dari warga Babel bagi korban gempa Sulbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar