Kejati: Anggota DPRD Padang Lawas Utara masih buron kasus penggelapan

Kejati: Anggota DPRD Padang Lawas Utara masih buron kasus penggelapan

Gedung  Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Jalan AH Nasution Medan. ANTARA/Munawar.

Medan (ANTARA) - Syafaruddin Harahap, terpidana dua tahun penjara mantan oknum anggota DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, hingga kini masih buron kasus penggelapan dan dilakukan pencarian oleh Kejaksaan Negeri setempat.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut Sumanggar Siagian saat dikonfirmasi di Medan, Jumat, mengatakan terpidana yang juga oknum Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Padang Lawas Utara masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejaksaan Sumut.

Ia menyebutkan perkara Syafaruddin itu telah berkekuatan hukum tetap sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung (MA) pada 2019 yang menghukum terdakwa dua tahun penjara dalam kasus tindak pidana penggelapan.

Pada Senin 21 Desember 2020, Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Lawas Utara mendatangi rumah terpidana untuk melaksanakan eksekusi putusan MA, namun tidak berada di tempat.

Baca juga: Kejati Sumut tangkap DPO kasus korupsi Waterpark Nias Selatan

"Selanjutnya Kejari Padang Lawas Utara telah meminta bantuan ke Kejati Sumut agar mengeluarkan surat pencekalan terhadap terpidana yang telah menghilang itu," ujaranya.

Sumanggar menjelaskan Kejati Sumut telah mengeluarkan surat pencekalan terhadap terpidana tersebut, dan tidak bisa pergi ke luar negeri.

Kejati Sumut juga mengimbau kepada terpidana tersebut agar kooperatif dan mendatangi Kejari Padang Lawas Utara untuk melaksanakan proses hukum dan menjalani hukum di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Terpidana harus tetap menghargai hukum, dan tidak perlu melarikan diri.Dan setiap orang yang terbukti bersalah harus menjalani hukuman di Lapas," kata mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.

Baca juga: Kasipenkum Kejati Lampung sebut 23 DPO kejaksaan belum tertangkap

Baca juga: Tim Tabur Kejaksaan tangkap buronan ke-88 terpidana kasus narkotika

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar