Rolls-Royce rencanakan penutupan bisnis dirgantara sipil dua minggu

Rolls-Royce rencanakan penutupan bisnis dirgantara sipil dua minggu

Sebuah pesawat Airbus A350 tampak dengan logo Rolls-Royce di kantor pusat Airbus di Toulouse, Prancis, 4 Desember 2014. ANTARA/REUTERS/Regis Duvignau

Pembuat mesin pesawat terbang itu telah memulai pembicaraan dengan serikat pekerja tentang penutupan dan pemotongan biaya di unit kedirgantaraan sipilnya
London (ANTARA) - Rolls-Royce Inggris mengatakan pada Minggu (7/2/2021) bahwa pihaknya mengusulkan penutupan operasional selama dua minggu untuk unit kedirgantaraan sipilnya selama musim panas saat perusahaan mengendalikan kerugian akibat dampak pandemi COVID-19.

Pembuat mesin pesawat terbang itu telah memulai pembicaraan dengan serikat pekerja tentang penutupan dan pemotongan biaya di unit kedirgantaraan sipilnya, katanya dalam sebuah pernyataan surel.

"Saat kami terus mengelola basis biaya kami sebagai tanggapan atas dampak berkelanjutan dari pandemi COVID-19 di seluruh sektor penerbangan komersial, kami mengusulkan penutupan operasional selama dua minggu di unit kedirgantaraan sipil selama musim panas," katanya, dikutip dari Reuters.

Keuangan Rolls-Royce telah dihantam krisis COVID-19 karena para pelanggan maskapai penerbangannya melarang penerbangan pesawat. Bulan lalu memperingatkan bahwa perjalanan akan lebih dibatasi dari yang diperkirakan tahun ini, yang menyebabkan peningkatan arus kas keluar.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 dunia lewati angka 100 juta
Baca juga: WHO peringatkan "terlalu dini longgarkan" penguncian di Eropa

Baca juga: SIA harap jadi maskapai yang divaksinasi penuh pertama di dunia

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Indonesia Bergerak - Digdaya dirgantara Indonesia (bagian 1)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar