Dorong PEN, SMF dukung pengembangan pariwisata di Sumedang

Dorong PEN, SMF dukung pengembangan pariwisata di Sumedang

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo (tiga dari kiri) pada penandatanganan nota kesepahaman dukungan sektor pariwisata di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/2/2021). ANTARA/HO-SMF

SMF siap untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional, khususnya sektor pariwisata yang terdampak pandemi cukup dalam
Jakarta (ANTARA) - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sebagai salah satu bagian mendorong program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"SMF siap untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional, khususnya sektor pariwisata yang terdampak pandemi cukup dalam," kata Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

BUMN di bawah Kementerian Keuangan ini juga menggandeng Yayasan Masyarakat Indonesia Emas (YMIE).

Baca juga: SMF terbitkan EBA-SP senilai Rp631 miliar dukung program PEN

SMF mendukung pariwisata di Sumedang melalui kerja sama meliputi pengembangan melalui pembiayaan pembangunan rumah penginapan atau  homestay, pendampingan, pemberdayaan masyarakat, pengawasan dan pembinaan komunitas kelompok pariwisata.

Sebagai langkah awal, ketiga pihak melakukan penandatanganan nota kesepahaman yang diadakan pada Kamis (11/2/2021).

Ananta optimis dengan berkembangnya homestay di desa wisata Kabupaten Sumedang akan menjadi pendorong bergeraknya sektor wisata yang dapat menumbuhkan potensi ekonomi baik bagi pemilik homestay maupun masyarakat sekitar, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Kami yakin bahwa program pembiayaan homestay memberikan dampak dari sisi dampak sosial, mengingat pembiayaan homestay dapat meningkatkan kualitas aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kekayaan, tingkat pendapatan, kualitas hidup, perdagangan, dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir merasa bersyukur karena telah meneken kerja sama pengembangan wisata melalui pembiayaan oleh SMF.

"Sumedang telah bertekad dan menetapkan pariwisata sebagai core bisnisnya. Oleh karena itu, harus dibangun ekosistem wisata, salah satunya penyediaan tempat menginap atau homestay di beberapa tempat wisata,"  ucapnya.

Program pembiayaan homestay merupakan salah satu program penugasan khusus kepada SMF dari pemerintah.

Sejak 2019, SMF telah bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam merealisasikan program kemitraan berupa program pembiayaan homestay di destinasi pariwisata prioritas (DPP) yang terletak di Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

SMF juga membangun rumah trauma healing bagi para korban bencana longsor yang beberapa waktu lalu terjadi di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat.

Baca juga: SMF catat pembiayaan KPR syariah meningkat capai Rp3,9 triliun
Baca juga: SMF-Kemenpar dorong pemulihan ekonomi di sektor wisata


Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar