Pemprov DKI sudah buat 3.964 sumur resapan

Pemprov DKI sudah buat 3.964 sumur resapan

Pekerja menyelesaikan pembuatan sumur resapan di kawasan Monas, Jakarta, Senin (11/11). Pemprov DKI Jakarta menargetkan selama 2013 membangun sekitar 2.000 sumur resapan dan pada 2014 sekitar 4.000 sumur resapan, dengan harapan sumur resapan tersebut dapat berfungsi menghilangkan banjir di Jakarta. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Kalau tidak salah Rp200 miliar atau Rp300 miliar. Untuk tahun ini (2021)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan Pemprov DKI Jakarta sudah membuat 3.964 drainase vertikal atau sumur resapan dari target sebanyak 1,8 juta yang dicanangkan oleh Gubernur Anies Baswedan.

"Sekarang ada 3.964 sumur resapan yang sudah dibuat oleh Pemprov DKI dan akan diprogramkan lagi ke depannya," kata Riza Patria di Jakarta, Rabu.

Riza menyebutkan bahwa program tersebut terus dijalankan dan setiap tahun dipastikan ada pembuatan sumur resapan dengan alokasi anggaran yang dikucurkan untuk drainase vertikal ini cukup besar.

"Kalau tidak salah Rp200 miliar atau Rp300 miliar. Untuk tahun ini (2021)," kata politikus Gerindra ini.

Menurut dia, angka 1,8 juta yang dimaksud Anies adalah kebutuhan Jakarta. Jika ada maka banjir di DKI bakal bisa teratasi.

"Yang dimaksud 1,8 juta itu kebutuhan Jakarta, bukan harus dipenuhi dalam lima tahun atau dalam satu tahun. Tidak mungkin, itu kebutuhan Jakarta sejauh ini," katanya.

Dia pun menyamakannya dengan kebutuhan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta.

"Sama juga dengan kebutuhan MRT umpamanya, 230 km. Apa bisa selesai dua periode? Tidak, perlu waktu. Jadi kita ini punya perencanaan jangka panjang," ujar dia.

Baca juga: DKI rencanakan bangun 300 ribu sumur resapan pada 2021
Baca juga: Pembangunan sumur resapan di DKI baru 2 ribu dari target 1,8 juta
Petugas Dinas Bina Marga mengamati air yang ada di dalam sumur resapan air hujan di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (22/4/2019). Pemprov DKI Jakarta akan membangun sekitar 1.000 sumur resapan air untuk mencegah banjir saat musim hujan serta menampung air hujan sebagai cadangan untuk musim kemarau. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Riza melanjutkan, 1,8 juta sumur resapan ini tidak serta merta hanya Pemprov DKI yang membangun semua. Harus juga dikerjakan oleh semua pihak termasuk perkantoran di Jakarta.

"Developer, pemilik gedung, pemilik apartemen, perkantoran, industri dan sebagainya. Kemudian harus mendapat dukungan dari pihak warga," katanya.

Sebelumnya, dari pencanangan 1,8 juta sumur resapan di DKI Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan untuk mengatasi banjir ibu kota hingga 2022 mendatang, sampai tahun 2020 baru ada dua ribu unit yang terbangun di Jakarta.

"Kalau SDA kemarin tahun 2020 sudah sampai 2.794 sumur resapan," ucap Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/2).

Juaini mengakui capaian ini masih sangat jauh di bawah target yang dicanangkan yang disebutnya karena pihaknya terkendala masalah vendor yang hanya ada dua di tahun 2020. Namun, dia memastikan, pihaknya bakal mengebut pengerjaan sumur resapan di tahun 2021.

"Kemarin kenapa lambat? Karena vendornya cuma dua, nah sekarang lagi diproses, vendornya itu ada 100. Kami harapkan banyaknya vendor, jadi yang kerja juga banyak sehingga program bisa cepat kami jalankan," ujarnya.

Wawancara tersebut diketahui adalah wawancara terakhir Juaini Yusuf bersama awak media, lantaran saat ini dia sudah digantikan oleh Yusmada Faizal yang sebelumnya menjabat Asisten Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sekretariat Daerah DKI Jakarta.
Baca juga: Komisi D DPRD DKI pertanyakan efektivitas sumur resapan pada banjir
Baca juga: Sudin SDA Jaksel selesaikan pembuatan 157 sumur resapan

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cerita Wagub Ahmad Riza Patria sembuh dari COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar