Saham Singapura berakhir untung, Indeks Strait Times naik 1,67 persen

Saham Singapura berakhir untung, Indeks Strait Times naik 1,67 persen

Ilustrasi: Keuangan, Pasar Saham, Bursa Efek dengan bendera Singapura. ANTARA/Shutterstock/pri (Shutterstock)

Singapura (ANTARA) - Saham Singapura ditutup 1,67 persen lebih tinggi hari Kamis, didukung oleh komentar dovish dari Federal Reserve (Fed) AS tentang prospek kebijakan moneter.

Pasar saham AS naik pada hari Rabu karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali pandangannya bahwa ekonomi AS membutuhkan dukungan.

Dia mengatakan ekonomi AS masih memiliki jalan panjang untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan target inflasi bank sentral, sebuah sinyal yang diharapkan akomodatif terhadap suku bunga. Investor juga mengharapkan ada peningkatan aktivitas ekonomi dan lonjakan pendapatan perusahaan pasca-pandemi.

Baca juga: IHSG Kamis sore ditutup menguat, terkerek naiknya bursa saham Asia

Sementara itu, harga minyak mentah naik di Asia setelah data Badan Informasi Energi AS menunjukkan produksi minyak mentah turun menjadi 9,7 juta barel per hari pada pekan lalu.

Riset Ritel Maybank-Kim Eng mengatakan, "secara teknis, Indeks Straits Times kemungkinan akan menguji resisten baru pada 2.950 poin, sementara level support jangka pendek terletak di 2.840 poin."

Indeks acuan Singapura, Straits Times, melonjak 48,96 poin menjadi 2.973,54 poin. Volume perdagangan 2,23 miliar saham senilai 1,96 miliar dolar Singapura. Jumlah saham yang naik melebihi jumlah yang turun dengan 329 berbanding 184.

Baca juga: Saham Singapura berakhir naik 1,17 persen

Sheng Siong berakhir datar pada 1,57 dolar Singapura. Perusahaan itu melaporkan laba bersih kuartal keempat melonjak 84,9 persen tahun ke tahun menjadi 32,1 juta dolar Singapura, mengangkat laba bersih setahun penuh sebesar 83,7 persen menjadi 139,1 juta dolar Singapura karena hibah pemerintah dan biaya distribusi yang lebih rendah. Pendapatannya untuk kuartal keempat naik 28,8 persen menjadi 319,3 juta dolar Singapura didukung peningkatan penjualan di toko lama dan toko baru karena peningkatan permintaan yang timbul akibat Virus Corona.

Di antara saham yang naik, DBS Group Holdings naik 1,89 persen menjadi 26,9 dolar Singapura, sementara Jardine Strategic menjadi salah satu yang paling merugi dengan turun 0,65 persen menjadi 25,9 dolar AS. (1 dolar AS sama dengan 1,32 dolar Singapura).

Baca juga: Saham Singapura ditutup 0,33 persen lebih tinggi
 

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penutupan perdagangan, ini capaian BEI sepanjang 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar