Vaksin J&J AS diperkirakan akan mengantongi izin Uni Eropa awal Maret

Vaksin J&J AS diperkirakan akan mengantongi izin Uni Eropa awal Maret

Dokumentasi - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menghadiri pembacaan komposisi Susunan Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO/Pool via REUTERS/Aris Oikonomou/hp/djo/am.

Amsterdam (ANTARA) - Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) diperkirakan akan merekomendasikan vaksin COVID-19 buatan Johnson & Johnson pada 11 Maret, seperti dilansir Bloomberg News pada Jumat, sebuah langkah yang dapat mendatangkan vaksin COVID keempat di kawasan tersebut.

Produsen Amerika Serikat itu pada awal Februari ini mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan izin edar bersyarat untuk vaksin buatannya ke EMA.

Pekan lalu regulator obat Uni Eropa itu menyebutkan bahwa pihaknya mungkin mengeluarkan opini mengenai persetujuan vaksin J&J berdasarkan tinjauan cepat pada pertengahan Maret.

Uni Eropa sejauh ini telah merestui vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech, Moderna, dan AstraZeneca-Oxford.

Komisi Eropa mengatakan penundaan pasokan yang menghambat peluncuran program vaksinasi akan segera teratasi. Akan tetapi negara-negara anggota menginginkan jaminan bahwa pengiriman dosis vaksin akan berjalan lebih lancar dan supaya vaksin baru dapat diproduksi segera untuk menanggulangi varian COVID-19 baru.

EMA tidak langsung menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar