Kasus positif COVID-19 Jakarta bertambah 2.058 pada Senin

Kasus positif  COVID-19 Jakarta bertambah 2.058 pada Senin

Pendataan vaksinasi COVID-19 untuk warga lanjut usia Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (1/3/2021). (ANTARA/ Abdu Faisal)

total kasus aktif saat ini sebesar 9.913 orang
Jakarta (ANTARA) - Kasus positif Corona Virus Desease 2019 (COVID-19)  di Jakarta yang baru terdata pada hari Senin (1/3) ini bertambah sebanyak 2.058 kasus.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta melalui laman corona.jakarta.go.id, Senin,  penambahan 2.058 kasus positif ini, merupakan hasil  pemeriksaan usap (swab test PCR)  sehari sebelumnya yakni pada  Minggu (28/2).

Baca juga: Lansia di Mampang Prapatan jalani vaksinasi COVID-19

Untuk data tes PCR pada Minggu (28/1) dari 9.316 spesimen yang masuk sudah keluar hasil pada Senin ini sebanyak 8.104 dengan rincian  2.058 positif dan 6.046 negatif.

Dengan penambahan sebanyak 2.058 kasus pada hari Senin ini, menyebabkan total kumulasi kasus positif saat ini menjadi 341.793 kasus, sedangkan jumlah sebelumnya sebanyak 339.735 kasus.

Selama sepekan, penambahan kasus positif harian sebanyak 2.058 kasus pada hari Senin ini, lebih tinggi dibanding penambahan kasus pada hari Sabtu (27/2) sebanyak 1.737 kasus, pada hari Jumat (26/2) sebanyak 1.661 kasus, pada hari Kamis (25/2) sebanyak 1.581 kasus, pada hari Rabu (24/2) sebanyak 782 kasus, dan pada hari Selasa (23/2) sebanyak 782 kasus.

Baca juga: Semangat kampung tangguh di Jakarta melawan COVID-19

Akan tetapi, penambahan kasus positif harian sebanyak 2.058 kasus pada hari Senin ini, masih lebih rendah dibanding penambahan kasus pada hari Minggu (28/2) sebanyak 2.098 kasus, pada hari Senin (22/2) sebanyak 2.471 kasus, terlebih jika dibandingkan dengan pertambahan pada hari Minggu (7/2) sebanyak 4.213 kasus yang merupakan penambahan tertinggi selama pandemi.

Dari data yang ada, penambahan sebanyak 4.213 kasus pada hari Minggu (7/2) itu juga pemegang rekor dalam kategori temuan kasus hasil tes harian yang dilaporkan (temuan asli), dengan rincian merupakan hasil tes PCR pada hari Sabtu (6/2).

Dari total kasus sebanyak 341.793 kasus pada hari Senin ini, sebanyak 5.528 di antaranya meninggal dunia setelah adanya tambahan 50 orang meninggal dari angka sebelumnya 5.478 orang. Angka tersebut senilai 1,6 persen (sama seperti sebelumnya) dari jumlah total kumulasi kasus positif.

Baca juga: 65 persen tenaga kesehatan DKI dapat vaksin COVID-19 lengkap

Sementara itu, penambahan pasien sembuh dari paparan COVID-19 di Jakarta pada hari Senin tanggal 1 Maret 2021, adalah sebanyak 2.617 orang, yang menyebabkan kumulasi total pasien sembuh naik dari 323.892 orang, menjadi 326.509 orang.

Persentase total pasien sembuh dibanding total kasus positif  95,5 persen atau naik 0,2 persen dari sebelumnya sebesar 95,3 persen.

Pertambahan pasien sembuh COVID-19 sebanyak 2.617 orang hari Senin ini juga, mempengaruhi jumlah kasus aktif yang masih dirawat atau diisolasi, yang mengalami penurunan 609 orang dari jumlah sebelumnya 9.756 orang, sehingga menyebabkan total kasus aktif saat ini sebesar 9.913 orang.

Dari jumlah tes, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada hari Senin ini, tercatat di angka 12,9 persen (turun dari sebelumnya 13,5 persen).

Angka ini masih sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan persentasenya tidak lebih dari lima persen untuk bisa terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Bulan Maret 2020 setelah perkembangan pada hari Senin ini, adalah sebesar 11,1 persen (sama seperti sebelumnya).

Mengingat perkembangan COVID-19 yang belum tuntas, redaksi Antara mengingatkan para pembaca untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari yakni:
• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
• Menghindari kerumunan.
• Selalu menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5-2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkes cegah COVID-19 jenis baru menular

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar