KPIG realisasikan pengembangan KEK Pariwisata MNC Lido City

KPIG realisasikan pengembangan KEK Pariwisata MNC Lido City

PT MNC Land Tbk (KPIG) merealisasikan rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata MNC Lido City melalui pembangunan Lido Music & Arts Center di kawasan tersebut. ANTARA/HO-KPIG.

pembangunan Lido Music & Arts Center juga untuk mendukung program pemerintah mengembangkan destinasi wisata baru, sekaligus memajukan industri musik dan kesenian Indonesia.
Jakarta (ANTARA) - Emiten properti PT MNC Land Tbk (KPIG) merealisasikan rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata MNC Lido City di Sukabumi, Jawa Barat, melalui peletakan batu pertama untuk pembangunan Lido Music & Arts Center di kawasan tersebut.

“Kami sangat optimistis kehadiran Lido Music & Arts Center di MNC Lido City akan menjadi daya tarik yang menjanjikan. Perseroan memanfaatkan waktu pandemi ini untuk menyelesaikan berbagai pembangunan," kata Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Hary menuturkan pembangunan Lido Music & Arts Center juga untuk mendukung program pemerintah mengembangkan destinasi wisata baru, sekaligus memajukan industri musik dan kesenian Indonesia.

Baca juga: Indonesia akan memiliki pusat seni berskala internasional

MNC Lido City telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai KEK Pariwisata.

Lido Music & Arts Center yang sepenuhnya dimiliki oleh KPIG itu dibangun di atas lahan seluas 5 hektare dengan konsep amphitheater dan menjadikannya tempat festival musik dan seni outdoor terbesar di Indonesia.

Dibangun untuk menampung lebih dari 50.000 pengunjung dalam satu acara, venue tersebut memiliki empat panggung berbeda untuk mengakomodasi pertunjukan yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Pembangunan Lido Music & Arts Center ditargetkan selesai pada akhir 2021.

Lido Music & Arts Center diharapkan akan menjadi tujuan utama penyelenggaraan berbagai festival musik dan seni bertaraf internasional di Asia Tenggara.

Baca juga: Menparekraf terapkan 6 strategi percepat pemulihan sektor parekraf

Selain festival musik dan seni, Lido Music & Arts Center dapat dimanfaatkan untuk berbagai acara lain seperti festival olahraga berbagai pertunjukan, pertemuan budaya dan sosial, dan kegiatan lainnya.

Perseroan mengamati bahwa Indonesia belum memiliki fasilitas outdoor venue festival musik dan seni berkelas internasional, untuk mengakomodasi acara seperti Coachella Valley Music and Arts Festival di California, Amerika.

Coachella merupakan festival musik terbesar dan paling terkenal di dunia, yang dalam periode acaranya mampu menyerap sekitar 250.000 pengunjung dari seluruh dunia.

"Setelah kondisi membaik, Lido Music & Arts Center akan siap menjadi tempat festival musik dan seni outdoor berkelas dunia pertama di Indonesia," ujar Harry.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Genjot pariwisata Mentawai, pemerintah bangun Pelabuhan Marina Muara Padang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar