Jakarta (ANTARA News) - CEO Oxford Economics Adrian Cooper memperkirakan pada 2011 ekonomi Indonesai mampu tumbuh sekitar tujuh persen. "PDB Indonesia diprediksi akan tumbuh sekitar 6 persen pada 2010, lalu meningkat mencapai sekitar 7 persen pada tahun-tahun berikutnya. Di tengah melambatnya ekonomi berbagai negara lain, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat sangat mengesankan," katanya di Jakarta, Kamis.

Menurut pemimpin lembaga riset ekonomi berbasis di Oxford, AS itu, krisis Yunani meskipun memiliki dampak namun tidak akan membuat perekonomian berbalik arah terutama di Asia.

"Krisis Yunani hanya akan memperlambat proses recovery yang saat ini sedang berlangsung di kawasan Eropa," katanya.

Ia menilai, krisis itu tidak akan menghalangi membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini terutama disokong oleh fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kuat.

Sementara itu, di kawasan Asia, ia menyakini saat ini tengah dalam masa pemulihan, dimana masa paling kritis telah terlampaui. Menurut dia, pemulihan krisis di Asia seperti kurva V, dimana kini terus mengarah ke pemulihan perekonomian.

Sementara di Eropa, menurut dia masih menyisakan ketidak-tentuan dan meningkatnya resiko akibat krisis Yunani.

Ia menambahkan, untuk kawasan Asia pada tahun-tahun mendatang akan pertumbuhan ekonomi tetap kuat terutama dua kekuatan Asia China dan India.

Ia memperkirakan perkeonomian China pada 2010 akan mampu tumbuh 9 persen, 2011 tumbuh 8,8 persen, 2012 pada angka 9,3 persen dan 2013 diperkirakan melaju pada 9,0 persen.

Sedangkan perekonomian India, ia pekirakan akan tumbuh 7,8 persen pada 2010 dan meningkat menjadi 9 persen di 2011. Pada 2012 menurut perkiraanya akan tumbuh 9 persen dan 2013 melaju 8,8 persen.

Sementara untuk kawasan negara asia rata-rata selain India dan China ia perkirakan akan tumbuh 5,5 persen pada 2010, 5,7 persen pada 2011, 6,2 persen pada 2012 dan 6,0 persen pada 2013. (*)

(T.M041/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010