Lelang SUN serap Rp4,75 triliun

Lelang SUN serap Rp4,75 triliun

Informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 dalam aplikasi selular. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj/aa.

realisasi lelang ini jauh di bawah target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp30 triliun.
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp4,75 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana dengan penawaran masuk mencapai Rp33,95 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Selasa, menyatakan realisasi lelang ini jauh di bawah target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp30 triliun.

Untuk seri SPN12210701, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,4 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,09833 persen.

Baca juga: Lelang SUN tambahan serap Rp9,1 triliun

Penawaran masuk untuk seri dengan tenor tiga bulan ini mencapai Rp0,45 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 3,05 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 3,15 persen.

Untuk seri SPN12220331, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,6 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,336 persen.

Penawaran untuk seri dengan tenor satu tahun ini mencapai Rp0,7 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 3,31 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 3,4 persen.

Baca juga: Kemenkeu: Penawaran lelang SUN rendah, pasar nantikan kebijakan Fed

Untuk seri FR0086, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,87906 persen.

Penawaran untuk obligasi negara dengan tenor lima tahun ini mencapai Rp6,84 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 5,8 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 6,15 persen.

Untuk seri FR0087, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,7 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,7695 persen.

Penawaran untuk obligasi negara dengan tenor 10 tahun ini mencapai Rp7,53 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,7 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,04 persen.

Untuk seri FR0088, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,60557 persen.

Penawaran untuk obligasi negara dengan tenor 15 tahun ini mencapai Rp3,91 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,55 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,95 persen.

Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,45769 persen.

Penawaran untuk obligasi negara dengan tenor 19 tahun ini mencapai Rp9,92 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 7,41 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,75 persen.

Untuk seri FR0089, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,07989 persen.

Penawaran untuk obligasi negara dengan tenor 30 tahun ini mencapai Rp4,58 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,99 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,13 persen.

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-Maret 2021 mencapai Rp194,7 triliun.

Menurut rencana, pemerintah akan mengadakan lelang SUN tambahan (Greenshoe Option), pada Rabu (31/3), untuk lima seri SUN, yaitu FR0086, FR0087, FR0088, FR0083 dan FR0089, dengan target maksimal Rp25,2 triliun, seiring rendahnya penawaran masuk hari ini.


 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Luncurkan green sukuk ST-007, Kemenkeu targetkan biayai APBN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar