Jakarta (ANTARA News) - Australia memberikan dana hibah 60,5 juta dolar Australia mulai 2010 hingga Juni 2011 untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi di Indonesia.

Pemberian dana hibah itu dikatakan Duta besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer kepada pers mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto usai menyaksikan penandatanganan Naskah Perjanjian Penerusan Hibah (NPPH) untuk akses sambungan air minum dan air limbah perpipaan oleh 29 bupati dan wali kota di Indonesia di Jakarta, Jumat.

Perjanjian dengan 29 bupati dan wali kota tersebut merupakan tahap pertama dari rencana hibah pemerintah Australia senilai 25 juta dolar Australia yang diproyeksikan untuk membangun 42.300 unit sambungan rumah (SR) air minum senilai Rp106,150 miliar atau sekitar 12,867 juta dolar Australia dan untuk pengelolaan air limbah terpusat di sejumlah kota di Indonesia senilai Rp13 miliar atau 1,625 juta dolar Australia.

Bill mengatakan, paket hibah tersebut merupakan total komitmen hibah pemerintah Australia senilai 458 juta dolar Australia untuk Indonesia dan Indonesia adalah negara penerima hibah terbesar.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, program hibah ini untuk pertama kalinya menggunakan konsep "output based" yakni hibah diberikan setelah pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau Perusahaan Daerah Pengolah Air Limbah (PDPAL) membangun terlebih dulu dan telah dinikmati oleh konsumen minimal dua bulan.

"Jadi, pemda harus investasi dulu dan setelah dinilai dan layak maka dana hibahnya ditransfer ke kas daerah. Per satuan SR dihargai Rp2 juta untuk 1.000 sambungan pertama. Baru di atas 1.000 itu, diargai Rp3 juta per SR," kata Djoko.

Oleh karena itu, dia berharap 29 pemda yang telah menandatangani NPPH tersebut mampu memberikan contoh yang baik dari program ini sehingga program ini bisa berlanjut kepada daerah lain yang belum mendapatkan.

"Ini juga salah satu upaya dari pemerintah agar target akses air minum dan sanitasi sesuai MDGs pada 2015 dapat tercapai. Masih sekitar enam juta SR lagi untuk sekitar 30 juta penduduk yang belum punya akses air bersih dan sanitasi," katanya.

Data Kementerian Pekerjaan Umum menyebutkan, 22 kabupaten dan kota penerima hibah tersebut antara lain Kota Palembang, Bogor, Palangkaraya, Banjarbaru, Pekalongan, Malang dan sejumlah kabupaten misalnya Wonogiri, Wonosobo, Klaten, Ciamis, Bogor, Karawang, Serang, Kuningan, Garut, Jombang, Bangkalan, Banjar, Cilacap, Boyolali, Kudus dan Lombok Timur.

Kota-kota penerima hibah air limbah terpusat antara lain Banjarmasin, Surakarta, Balikpapan, Jambi, Payakumbuh, Blitar dan Kota Denpasar.(*)
(E008/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010