Pangkalpinang (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mempertahankan komunitas suku Sawang yang dikenal sebagai suku laut agar tidak tergilas oleh kemajuan zaman.

Suku Sawang harus dipertahankan karena mereka memiliki budaya dan kearifan lokal, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung (Babel) Yan Megawandi di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan, suku Sawang sudah menempati Babel sejak ratusan tahun lalu yang dikenal dengan suku laut karena kebanyakan hidup melaut.

"Kami khawatir terjadi perubahan drastis dalam pola hidup mereka akibat kemajuan zaman, maka suku ini harus dipertahankan dengan melakukan inventarisir terhadap keberadaan mereka dan memberdayakannya dengan tidak mempengaruhi pola hidup mereka," ujarnya.

Ia mengatakan, komunitas suku sawang memiliki nilai adat dan budaya positif yang harus dilestarikan agar tidak hilang oleh kemajuan zaman.

"Kami mencoba mengenali suku Sawang dengan melakukan penelitian khusus tentang suku pedalaman ini yang selama ini belum ada penelitian khusus tentang suku sawang," ujarnya.

Menurut dia, kearifan lokal yang terdapat pada suku Sawang itu membuat mereka tetap bertahan selama ratusan tahun dan tidak terkontaminasi oleh kemajuan zaman.

"Komunitas suku Sawang tetap kental dengan adat dan budaya mereka yang tidak bisa dipengaruhi oleh kemajuan zaman, kami tetap pertahankan ini sebagai kearifan lokal," ujarnya.

Suku Sawang umumnya mendiami Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur. (*)

KR-HDI/Z002/AR09

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010