KLHK sebut TPS3R tak hanya urus sampah tapi bisa jadi sarana edukasi

KLHK sebut TPS3R tak hanya urus sampah tapi bisa jadi sarana edukasi

Bupati Kabupaten Karawang Cellica N didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Wawan Setiawan meninjau TPS3R Baraya Runtah Sukaluyu di Perumnas Karawang, Senin (12/4/2021) (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ujang Solihi Sidik mengatakan kehadiran Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di permukiman warga tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah tapi juga dapat menjadi sarana untuk edukasi masyarakat.

Ujang mengatakan tidak hanya bagi masyarakat, pusat pengelolaan limbah itu dapat menginspirasi warga untuk memahami penanganan sampah secara berkelanjutan sehingga warga dapat lebih menjaga lingkungan.

“Ini tuh bukan hanya untuk pengolahan sampah, tapi juga jadi pusat pendidikan dan pusat belajar bagi banyak orang karena tidak hanya fokus pada environment tapi juga ecosocial, dan juga education,” kata Ujang dalam konferensi pers virtual, Senin.

Oleh karena itu KLHK mendukung lebih banyak sentra- sentra pengelolaan sampah yang berkelanjutan untuk mewujudkan tempat edukasi itu.

Ujang mengatakan kehadiran TPS3R juga merupakan bentuk dari pelaksanaan peta jalan di Indonesia dalam rangka pengurangan sampah pada 2025.

Pada 2025 mendatang diharapkan Indonesia dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang hingga 30 persen, dan dapat mengelola sampah lainnya sebanyak 70 persen menjadi benda yang bermanfaat.

Ia mencontohkan dan mengapresiasi TPS3R di kawasan Perumnas Karawang yang bernama Baraya Runtah Sukaluyu yang baru diresmikan.

Menurutnya kehadiran TPS3R menjadi langkah awal masyarakat di Perumnas Karawang untuk memulai pengelolaan sampah yang berkelanjutan lewat komunitas KSM Sahabat Lingkungan.

Contoh manfaat yang sudah didapat oleh masyarakat setempat adalah pupuk kompos hasil dari sampah- sampah organik yang telah diolah di Baraya Runtah Sukaluyu.

Selain itu, di TPS3R itu sampah- sampah plastik juga diolah kembali agar bisa digunakan melalui proses daur ulang.

“Saya hitung-hitung sebanyak 80 persen urusan sampah disini selesai. Tinggal 20 persennya yang harus di bawa ke Tempat Pembuangan Akhir. Bayangkan 80 persen selesai di lingkungan terdekat kalau bangun fasilitas seperti ini. Makanya penting bagi kami pemerintah pusat dan pemda mendukung penuh upaya pengelolaan sampah berkelanjutan,” kata Ujang.

Baca juga: Karawang miliki 10 TPS3R baru untuk pengelolaan sampah berkelanjutan

Baca juga: Menyabet juara TPS-3R dengan Program Senyaman-Sehati

Baca juga: FKM-UI berikan pelatihan petugas pengolah sampah di Bogor


Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kalsel laksanakan revolusi hijau, 1 juta pohon ditanam serentak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar