DPR RI dukung produksi Vaksin Nusantara buatan dalam negeri

DPR RI dukung produksi Vaksin Nusantara buatan dalam negeri

Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin (kiri) dan Sufmi Dasco Ahmad (kanan) berbincang saat sidang paripurna di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/1/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

Kita harus mendukung produksi dalam negeri terutama buatan anak bangsa
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendukung produksi vaksin COVID-19 produksi dalam negeri, sehingga dirinya bersedia diambil sampel darahnya untuk melanjutkan fase II Vaksin Nusantara.

"Kita harus mendukung produksi dalam negeri terutama buatan anak bangsa," kata Dasco kepada para wartawan, di Jakarta, Rabu, usai diambil sampel darahnya dalam uji klinis Fase II Vaksin Nusantara di RSPAD, Jakarta.

Dia mengatakan vaksin produksi luar negeri tidak mudah masuk ke Indonesia terutama saat ini terjadi embargo dari negara-negara penghasil vaksin.

Karena itu, Dasco mendukung produksi vaksin dalam negeri dan juga vaksin mandiri.

"Saya pikir dengan adanya Vaksin Nusantara akan menambah kekayaan vaksin apalagi ini produksi dalam negeri, sehingga bisa membantu pemerintah menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia," ujarnya pula.

Politisi Partai Gerindra itu meminta semua pihak tidak perlu memperdebatkan antara satu vaksin dengan vaksin yang lain.

Selain itu, dia menjelaskan, kehadirannya di RSPAD untuk diambil sampel darahnya yang akan diolah dengan sistem dendritic cell selama sekitar 7 hari untuk dijadikan Vaksin Nusantara.

Menurut dia, setelah tujuh hari, sampel darah yang diambil tersebut dimasukkan kembali ke dalam tubuhnya untuk mengajarkan sel darah melawan virus yang masuk.

"Prosesnya berjalan dengan baik dan tidak terlalu lama. Saya pikir kalau ini dijadikan proses vaksinasi, tidak akan membutuhkan waktu yang lama seperti proses vaksinasi biasa," katanya.

Dasco mengungkapkan, dirinya sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan ada beberapa pertanyaan terkait penyakit yang diderita sebelum diambil sampel darahnya.
Baca juga: BPOM tidak pilih kasih terkait uji klinis vaksin Nusantara
Baca juga: Anggota DPR: Perlu percepat terwujudnya vaksin Nusantara-Merah Putih


Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Edisi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar