Wall Street ditutup beragam meski laba bank besar melonjak

Wall Street ditutup beragam meski laba bank besar melonjak

Wall Street. ANTARA/Reuters.

New York (ANTARA) - Indeks-indeks utama Wall Street beragam pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan indeks Nasdaq dan S&P 500 jatuh meskipun sempat mencatat rekor tertinggi intraday saat bank-bank besar memberikan hasil yang luar biasa pada hari pertama musim laporan keuangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 53,62 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 33.730,89 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 16,93 poin atau 0,41 persen, menjadi menetap di 4.124,66 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 138,26 poin atau 0,99 persen menjadi ditutup pada 13.857,84 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor consumer discretionary dan teknologi masing-masing merosot 1,17 persen dan 1,15 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi melonjak 2,91 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Saham Goldman Sachs Group Inc dan Wells Fargo & Co masing-masing melonjak 2,3 persen dan 5,5 persen, dipicu keuntungan besar di kuartal pertama.

Goldman memanfaatkan rekor aktivitas pembuatan kesepakatan global, dan Wells mengurangi provisi pinjaman buruk serta mengendalikan biaya yang terkait dengan skandal praktik penjualannya.

Saham JPMorgan Chase & Co turun 1,9 persen meskipun laba bank terbesar AS itu melonjak hampir 400 persen, karena merilis cadangan lebih dari 5 miliar dolar AS untuk menutupi kegagalan pinjaman yang didorong oleh virus corona.

"Laba bank kuat, tetapi pasar mengharapkan mereka menjadi lebih kuat," kata Christopher Grisanti, kepala strategi ekuitas di MAI Capital Management.

“Jadi pertanyaannya menjadi bagaimana saham bank naik lebih banyak dari sini. Itu tidak jelas. Mereka memiliki perjalanan yang menyenangkan. Saya pikir akan ada tempat lain untuk menghasilkan uang dengan lebih mudah di masa depan."

Meskipun perdagangan dan pendapatan investasi-perbankan melonjak, pinjaman oleh JP Morgan dan Wells Fargo turun dari tahun lalu. Investor akan mengamati metrik ini dengan hati-hati dalam laporan laba mendatang dari bank-bank kecil, yang lebih fokus pada pinjaman tradisional dan pengambilan simpanan.

“(Sektor) Keuangan telah berjalan dengan baik untuk sementara waktu, jadi kami senang dengan itu sekarang, tetapi akankah kami mencapai titik pengembalian yang menurun di sektor itu? Saya tidak tahu," kata Drew Horter, presiden dan kepala investasi Tactical Fund Advisors di Cincinnati.

Sektor keuangan S&P 500 adalah salah satu dari kinerja terbaik kuartal pertama, melambung 15 persen bahkan ketika Federal Reserve berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah dalam waktu dekat.

Sektor energi S&P 500 adalah yang mengalami kenaikan terbesar di antara 11 sub-indeks, naik 2,9 persen karena mengikuti harga minyak yang lebih tinggi.

Coinbase Global Inc melonjak pada pencatatannya di Nasdaq pada Rabu (14/4/2021), pada satu titik mencapai 429,54 dolar AS per saham versus harga referensi 250 dolar AS. Bursa mata uang kripto itu ditutup pada 328,28 dolar AS.

Mata uang kripto dan perusahaan terkait blockchain termasuk Riot Blockchain dan Marathon Digital Holdings masing-masing anjlok 15,4 persen dan 15,8 persen, setelah melonjak menjelang debut Coinbase dan ketika bitcoin mencapai rekor tertinggi lebih dari 63.000 dolar AS pada Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Emas tergelincir 11,3 dolar tertekan kenaikan imbal hasil obligasi AS
Baca juga: Tanda-tanda permintaan meningkat, minyak melonjak hampir 5 persen
Baca juga: Dolar merosot ke terendah 3 minggu saat imbal hasil obligasi melemah

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar