Kios binaan Jakpreneur dihiasi karya seniman mural

Kios binaan Jakpreneur dihiasi karya seniman mural

Salah satu kios binaan Jakpreneur dihiasi karya seniman mural Dhigel. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menggandeng para seniman mural untuk menghiasi kios usaha mikro, kecil dan menengah binaan Jakpreneur di kawasan Thamrin dan Terowongan Kendal.

"Kolaborasi bersama para seniman mural ini merupakan satu langkah kecil untuk mempercantik Ibukota. Kolaborasi yang kami jalin bersama Dhigel dan Ongkogx ini merupakan program kolaborasi murni antara Pemerintah dan Komunitas, kami hanya menyiapkan kios Jakpreneur sebagai kanvas bagi karya teman-teman seniman mural," kata pelaksana tugas Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya, dalam siaran pers, dikutip Senin.

Baca juga: Disparekraf DKI siapkan bazar daring khusus UMKM di bulan Ramadhan

Dalam program ini, Dinas Parekraf DKI Jakarta berkolaborasi dengan seniman mural Dhigel, Ongkogx, Raya Elfira dan Blesmokie, dikuratori oleh Budicole dari Graffiti.id.

Kios UMKM Jakpreneur yang diwarnai para seniman terletak di Jalan Purworejo, di depan Kedutaan Jerman dan Terowongan Kendal.

"Saya berharap kolaborasi serupa bisa terus kita lakukan. Kami di Dinas Parekraf DKI Jakarta membuka ruang kolaborasi dengan para pelaku dari 17 sub sektor ekonomi kreatif untuk ikut mewarnai Ibukota. Kita memiliki berbagai ruang publik yang mungkin bisa dijadikan tempat bagi para seniman kita untuk memamerkan karya-karya mereka," kata Gumilar.

Dhigel membuat mural berjudul "We Want to Sells Good", kami ingin berjualan, agar kios mengeluarkan daya tarik sehingga publik ingin mengunjungi.

"Selain publik bisa berswafoto dan mereka juga pasti secara tidak langsung mempromosikan lokasi kios dan barang-barang yang dijual UMKM tersebut," kata Dhigel.

Sementara Ongkogx memberi judul "Bought with Good" untuk kios yang ia warnai. Dia berharap pemerintah menggandeng lebih banyak seniman mural untuk menghiasi kota.

"Saya berharap mural dan Graffiti terus mendapat dukungan pemerintah. Banyak pegiat seni mural dan Graffiti itu yang belum bisa meluapkan ide karna terbatas dengan tempat dan pandangan masyarakat masih menganggap mural Graffiti itu adalah tindak vandalisme," kata Ongkogx.

Raya Elfira terinspirasi dari film "Pay it Forward" dan memberi karyanya judul yang sama, didedikasikan untuk para penyandang difabel.

"'Pay it forward' menjadi karya pertama saya yang bisa saya dedikasikan ke masyarakat Jakarta dan teman-teman difabel dengan kiosnya yang saya gambar. Semoga gambarnya bisa meramaikan penjualan dan memberi pesan melalui tempat swafoto bersama dengan membaiknya keadaan selama pandemi ini," kata Raya.

Mural di kios Jakpreneur merupakan bagian dari proyek artistik Dinas Parekraf DKI Jakarta bersama Graffiti.id, yang diharapkan bisa memberikan kesempatan bagi seniman mural untuk mewarnai ruang publik di ibu kota.


Baca juga: Disparekraf DKI gandeng hotel beri ruang untuk UMKM promosi batik

Baca juga: Pembatasan "waterpark" di Jakarta dilonggarkan, beroperasi 25 persen

Baca juga: Wagub DKI: Tempat wisata buka saat PPKM Mikro karena keinginan pusat

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Forum CSR Kota Tangerang fasilitasi terwujudnya "Kampung Pink"

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar