Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya (Golkar), Idrus Marham, mengatakan bahwa Partai Golkar memberikan kebebasan kepada Titiek Soeharto yang tampil sebagai salah satu kandidat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

"Partai Golkar tidak memberikan dukungan politik secara terbuka kepada putri mantan Presiden Soeharto itu tapi memberikan kebebasan kepada seluruh kadernya untuk berkiprah di semua organisasi sesuai dengan potensinya masing-masing," kata Idrus Marham di Gedung DPR, Jakarta, Senin.

Idrus menjelaskan, tampilnya Titiek Soeharto yang memiliki nama lengkap Siti Hediati Haryadi atas inisiatif pribadi dan Partai Golkar tidak memberikan dukungan politik secara terbuka tapi memberikan kebebasan untuk menentukan langkah.

Anggota Komisi II DPR ini menilai, langkah yang dilakukan Titiek Soeharto adalah langkah positif yang memberikan banyak manfaat.

Namun, Idrus mengelak ketika dikatakan langkah Titiek Soeharto yang ikut dalam pertarungan perebutan kursi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini untuk meningkatkan perolehan suara Partai Golkar.

Idrus menjelaskan, Partai Golkar tidak akan mempengaruhi massa HKTI untuk berafiliasi ke Partai Golkar tapi akan memberikan kebebasannya.

Hal yang mungkin dilakukan Partai Golkar, kata dia, jika ada kesamaan program yakni pembangunan kemasyarakatan di bidang pertanian, akan diselenggarakan bersama.

"Partai Golkar tidak mengambil kepentingan politik dari HKTI tapi kalau dengan sendirinya massa HKTI menambah suara Partai Golkar, kenapa tidak. Itu kan pilihan rakyat terhadap Partai Golkar," kata dia.

Menurut Idrus, Partai Golkar akan memberikan kebebasan kepada Titiek Soeharti jika nantinya terpilih sebagai Ketua Umum HKTI dalam membangun induk organisasi petani dan masyarakat pertanian ini.

Partai Golkar, kata dia, memberikan kebebasan kepada semua kadernya untuk berkiprah di mana saja sepanjang keberadaan berkontribusi untuk membangun bangsa dan negara.

Titiek Soeharto mendeklarasikan diri sebagai Kandidat Ketua Umum HKTI pada Sabtu (10/7) di Jakarta.

Dengan majunya Titiek Soeharto sebagai kandidat Ketua Umum HKTI, maka nama-nama yang masuk bursa kandidat ketua umum induk organisasi petani dan masyarakat menjadi lima nama.

Empat nama lainnya adalah, Ketua DPP Partai Demokrat, Muhammad Jafar Hafsah, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso, Kwetua Umum Partai Persatuan Daerah (PPD) Oesman Sapta Odang, serta Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang merupakan calon petahana (incumbent).

Musyawarah nasional HKTI akan diselenggarakan di Bali, pada 12-15 Juli 2010.
(T.R024/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010