Menparekraf ajak pegiat ekonomi kreatif libatkan penyandang autisme

Menparekraf ajak pegiat ekonomi kreatif libatkan penyandang autisme

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengajak para pegiat ekonomi kreatif di Indonesia untuk melibatkan pengidap autisme agar dapat berkolaborasi dan menghasilkan karya yang bagus dari keunikan yang dimiliki penyandang spektrum autisme.

Pesan itu disampaikannya melalui acara pertunjukan bakat untuk memperingati bulan Kesadaran Autisme Sedunia 2021 yang diselenggarakan oleh Yayasan Autisma Indonesia (YAI) secara daring, Minggu.

Baca juga: Pentingnya orang tua tahu ekspektasi perkembangan anak autisme

“Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya para pekerja kreatif untuk bekerja bersama-sama merangkul dan memberi kesempatan kepada individu autistik agar dapat ikut berkarya dan menjadi bagian dari masyarakat ekonomi kreatif Indonesia,” kata Sandi dalam kata sambutannya merayakan peringatan Bulan Peduli Autisme Sedunia 2021 itu.

Sandi pun mengungkapkan bahwa talenta yang dimiliki para individu dengan spektrum austime di Indonesia pun dapat menjadi sesuatu yang membantu ekonomi kreatif Indonesia untuk bangkit.

Ia percaya dengan keunikan yang dimiliki oleh para pengidap autisme akan memberikan perspektif baru pada industri ekonomi kreatif Indonesia yang tengah berkembang khususnya di masa pandemi COVID-19.

“Saya yakin bahwa cara pikir yang unik dari individu austistik justru merupakan cikal bakal kreativitas, yang apabila diasah dan diberi wadah akan menghasilkan karya- karya luar biasa,” ujar Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Pria yang juga memiliki banyak pengalaman sebagai pengusaha itu pun mengatakan bahwa individu dengan spektrum autisme bisa menjadi inspirasi individu lainnya untuk berkarya lebih baik lagi.

Tidak hanya menunjukkan keunikan dalam karyanya, sikap individu dengan spektrum autisme pun dinilai memberikan cara pandang baru untuk memajukan roda ekonomi kreatif Indonesia.

“Perbedaan cara berpikir sejatinya merupakan kekayaan dari para individu autistik, kita justru dapat belajar berpikir out of the box. Ini sudut pandang yang sangat penting untuk bisa mewujudkan cita-cita kita semua membangun industri ekonomi kreatif Indonesia tetap terjaga,” tutup Sandi.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh YAI untuk memperingati perayaan Bulan Kepedulian Autisme 2021 itu ditampilkan banyak kegiatan dan prestasi yang berhasil dilakukan dan diraih oleh para penyandang spektrum autisme di Indonesia.

Mulai dari karya lukisan, karya latte art lewat pekerjaan barista, hingga di pencapaian di jenjang profesional menjadi karyawan di Hotel ternama di Ibu Kota Jakarta.


Baca juga: Cara mengenalkan puasa kepada anak dengan autism

Baca juga: Orang tua wajib dampingi anak autisme akses gawai di era digital

Baca juga: Pentingnya "me time" bagi orang tua dengan anak autisme


Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

101 paket sembako untuk siswa autis di Bali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar