Balai Karangan, Sanggau (ANTARA News) - Warga di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia lebih mengenal produk negeri Jiran daripada produk lokal, karena mudah mendapatkannya dan harganya lebih murah.

"Boleh dicek di warung-warung warga di desa perbatasan di Kecamatan Entikong maupun Sekayam, sebagian besar dagangannya merupakan produk negeri Jiran. Selebihnya baru barang dalam negeri," kata Ardi, warga Sekayam, Sanggau, Kamis.

Produk Malaysia itu mulai dari produk makanan hinggga kendaraan yang digunakan oleh masyarakat di perbatasan, katanya.

Sementara itu Biah, warga Entikong, mengatakan kebutuhan sembako di dusunnya mulai dari mie instan, gula hingga gas elpiji diperoleh dari negeri tetangga.

"Kita beli yang ada di pasaran saja, dan harganya terjangkau," katanya.

Menurut Ardi, yang juga suka berdagang, lebih banyaknya produk Malaysia karena pasokan kebutuhan bahan pokok dari dalam negeri jarang masuk, selain jika ada, harganya terlalu tinggi.

Apabila harga pasokan bahan pokok dari dalam negeri harganya tidak tinggi, niscaya warga tentu memilih produk lokal, ungkapnya.
(ANT/A024)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010