INCO tebar dividen 33 juta dolar AS, 40 persen dari laba bersih 2020

INCO tebar dividen 33 juta dolar AS, 40 persen dari laba bersih 2020

Direkur Keuangan Vale Indonesia Bernardus Irmanto dalam keterangan pers secara daring yang membahas hasil RUPS Tahunan. (ANTARA/Sugiharto Purnama)

Dengan mempertimbangkan itu semua..., kami mengusulkan kepada Dewan Komisaris untuk membagikan 40 persen dari keuntungan laba bersih tahun 2020 sebagai dividen.
Jakarta (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk, emiten tambang nikel berkode saham INCO akan membagikan dividen senilai 33 juta dolar AS atau sebesar 40 persen dari total laba bersih perusahaan sepanjang 2020, setelah absen membagikan dividen selama lebih dari enam tahun.
 
Direktur Keuangan Vale Indonesia Bernardus Irmanto dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis, mengatakan rencana pembagian dividen telah mempertimbangkan kondisi kas perusahaan dan proyeksi kebutuhan belanja modal serta modal kerja untuk keberlangsungan usaha.
 
"Dengan mempertimbangkan itu semua..., kami mengusulkan kepada Dewan Komisaris untuk membagikan 40 persen dari keuntungan laba bersih tahun 2020 sebagai dividen," kata Irmanto.

Baca juga: Adopsi baterai kendaraan listrik beri manfaat ekonomi Rp9.603 triliun
 
Merujuk data RTI Business, saat ini jumlah saham INCO yang beredar tercatat sebanyak 9,93 miliar lembar per tanggal 31 Maret 2021.
 
Nilai dividen yang akan diterima para pemegang saham sebesar 0,00333 dolar AS atau sekitar Rp48,18 (mengacu nilai tukar mata uang siang ini Rp14.469) untuk setiap satu lembar saham.Perseroan akan membayarkan dividen tersebut pada tanggal 28 Mei 2021.
 
Pemilik saham terbesar INCO adalah Vale Canada Limited (P) dengan jumlah saham 4,35 miliar lembar atau 43,79 persen dari total saham yang beredar.
 
Selanjutnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sebanyak 1,98 miliar lembar atau 20 persen. Kemudian, Sumitomo Metal Mining Co Ltd sebesar 1,49 miliar lembar saham atau 15,03 persen dan publik memegang saham sebanyak 2,10 miliar lembar atau 21,18 persen dari total saham beredar.
 
"Harga nikel yang membaik ditambah kinerja perusahaan juga cukup baik, kami mengakumulasikan sejumlah kas yang cukup tinggi sampai dengan akhir 2020," katanya.

Baca juga: DPR: Potensi nikel harus diamankan untuk kepentingan nasional
 
Berdasarkan laporan keuangan perseroan periode 2020, INCO berhasil mencetak pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 44,2 persen menjadi 82,81 juta dolar AS dibandingkan dengan perolehan 2019 senilai 57,4 juta dolar AS.
 
Kas dan setara kas yang tercatat hingga kuartal pertama 2021 sebesar 386,2 juta dolar AS, turun sedikit dari posisi kuartal keempat 2020 yang mencapai 388,7 juta dolar AS.
 
Selain menetapkan pembagian dividen, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Vale Indonesia juga memutuskan mengangkat Febriany Eddy menjadi Chief Executive Officer (CEO) dan Presiden Direktur untuk periode jabatan selama tiga tahun hingga 2024.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kejati Sultra selamatkan uang negara Rp14 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar