Matras antibakteri jadi tren di saat pandemi COVID-19

Matras antibakteri jadi tren di saat pandemi COVID-19

Ilustrasi tidur di matras (Pexel)

Jakarta (ANTARA) - Di saat pandemi COVID-19, matras dengan fitur antibakteri menjadi tren di masyarakat seiring dengan kian tingginya kesadaran masyarakat akan higienitas dan keamanan kesehatan.

Salah satu pabrikan matras yakni King Koil contohnya, merilis koleksi matras terbaru yakni "Signature Gold Response Series" yang salah satunya mengunggulkan teknologi "Vi-Guard "dengan dua keunggulan yaitu fitur Anti-Bakteri dan Virus Redaction Technology.

"Fitur Anti-Bakteri berupa kain pelindung matras dan bantal yang efektif melawan bakteri hingga 99 persen pada 1 jam pertama pemakaian. Sementara Virus Redaction Technology memiliki kemampuan efektif melawan beberapa tipe virus seperti SARS-Cov-2 hingga 97 persen pada 2 jam pertama pemakaian. Teknologi Vi-Guard ini telah melalui uji coba pada Product Test Result di China dan Eropa," kata Candra Kumala, Research & Development Head of PT Duta Abadi Primantara (DAP) di Jakarta pada Rabu.

Baca juga: Brand busana lokal hadirkan teknologi anti bau, bakteri dan air

Baca juga: Aksesori Samsung ini bersihkan ponsel dari bakteri dan kuman


Cara kerja Vi-Guard, menurut Candra adalah dengan merusak membran atau lapisan lipid virus dan menghancurkannya dalam waktu 30 menit.

"Khusus untuk virus corona Vi-Guard bisa menghancurkannya," kata Candra.

Selain itu, matras dilengkapi dengan teknologi "Auto Body Zoning System" yang diklaim dapat menopang tubuh dengan lebih baik.

Adapun body zoning dibagi dalam tujuh bagian yakni head & neck support, shoulder support, rib support, waist support, leg support, crus support, dan ankle support. Tidur di matras yang dilengkapi teknologi body zoning memungkinkan massa tubuh ditopang dengan lebih baik dan menjaga tulang belakang untuk tetap berada di posisi alaminya.

Namun agar dapat ditopang dengan baik, tubuh pun harus mengikuti pola body zoning pada matras yang biasanya dibuat vertikal. Sayangnya, tidak semua orang dapat tidur dengan posisi sesuai pola yang disediakan matras.

"Auto Body-Zoning System merupakan teknologi yang memungkinkan matras dapat menopang tubuh sesuai pola alami tubuh tanpa harus mengikuti pola body-zoning pada matras. Dalam teknologi ini, terdapat Auto Response Gold Coil yang didesain mampu secara otomatis memberikan respon ketika ada tekanan di permukaan matras. Selain itu, inovasi ini juga menciptakan zona soft di setiap sisi matras, tergantung pada tekanan yang diberikan. Sehingga seperti apa pun posisi tidur kita, akan selalu terasa nyaman dan tertopang dengan baik dari ujung kepala hingga ujung kaki," kata Candra.

Tidak hanya fungsional, unsur kemewahan juga disuguhkan koleksi ini lewat teknologi Luxurious Horse Hair Fiber. Teknologi ini merupakan material berupa komponen serat yang memiliki daya tahan dan daya kilau memukau. Selain itu, Luxurious Horse Hair Fiber juga mampu mencegah kelembaban dan mengatur suhu pada matras sehingga meningkatkan kenyamanan tidur.

"Istirahat yang cukup menjadi salah satu komponen penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari Tidur bukanlah akhir dari aktivitas, tetapi justru menjadi awal dari aktivitas harian. Waktu tidur yang cukup yaitu 6-8 jam sehari, akan memberikan ketenangan pada tubuh, pikiran dan jiwa sehingga memberikan rasa segar di pagi hari untuk kembali beraktivitas," kata Mukti Argo, Group Brand Manager PT DAP menambahkan.

Baca juga: Kementan paparkan penyebab masuknya jamur enoki mengandung Listeria

Baca juga: Awas, bakteri bisa bersemayam di make-up dan alat rias selama pandemi

Baca juga: Cek Fakta: Bakteri COVID-19 membuat pembuluh darah melebar dan membeku?


 

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Disbudpar Tangerang salurkan bantuan ke penggiat budaya seni silat beksi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar