Lombok Tengah, NTB, 9/8 (ANTARA) - Laboratorium lingkungan hidup di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), meski sudah tiga tahun dibangun masih belum berfungsi bahkan terkesan mubazir.

"Laboratorium berukuran 8 x 7 meter untuk menguji kadar air limbah, udara maupun tanah di Lombok Tengah dari pencemaran itu tidak ubahnya seperti bangunan tanpa penghuni, padahal sudah dibangun sejak 2007," kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Lombok Tengah H Ijazudin, di Praya, Senin.

Ia mengatakan laboratorium lingkungan hidup tersebut hingga saat ini belum difungsikan. "Memang belum berfungsi sama sekali, sudah tidak tahun tidak ada aktivitas," katanya.

Menurut dia laboratorium itu akan dijadikan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Kantor LIngkungan Hidup, tetapi karena lembaga lingkungan hidup masih berstatus kantor, hal itu tidak bisa dilakukan.

"Kalau kantor tidak bisa ada UPTD, harus jadi badan lingkungan hidup atau dinas baru kemudian dibentuk UPTD. Akhirnya bangunan itu sia-sia," katanya.

Ia menyatakan tidak tahu asal mula dibangunnya laboratorium tersebut karena saat itu dirinya belum menjabat kepala Kantor Lingkungan Hidup.

"Yang merancangnya adalah pejabat lama, hanya sayangya tidak melalui kajian mendalam sebelum dibangun. Sekarang mubazir kalau status kantor ini belum dinaikkan jadi badan atau dinas," katanya.

Terkait peralatan laboratorium, ia mengatakan sudah tersedia termasuk mobil, tetapi belum bisa dimanfaatkan.

"Laboratorium itu akan jadi UPTD, jadi tidak bisa, selain itu juga tenaganya masih terbatas," katanya.

Menurut dia pihaknya sudah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk menaikkan status lembaga dari kantor menjadi badan, namun sampai saat ini belum ada tanggapan.

"Kami sudah rapat koordinasi dan Bupati Lombok Tengah sudah memerintahkan Asisten III H Nursiah untuk mengurus perubahan status itu, namun hingga saat ini belum juga dilakukan," katanya.

Ia menyayangkan bangunan yang megah dengan biaya besar itu menjadi bangunan tidak bertuan. "Sangat disayangkan bangunan sebesar itu tidak dipakai," katanya.
(T.ANT-229/E005/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010