Jakarta (ANTARA News) - Amir Majelis Mujahiddin Indonesia, Abu Bakar Ba'asyir tiba di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Senin (9/8) sekitar pukul 12.36 WIB setelah ditangkap di Banjar, Ciamir, Jawa Barat.

"Ini rahmat bagi semuanya, ini rekayasa Amerika," kata Ba'asyir di Mabes Polri, Senin.

Pemantauan ANTARA, Baasyir tiba di Mabes Polri dengan pengawalan ketat dari beberapa anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Mabes Polri berseragam dan bersenjatakan lengkap, serta anggota Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam).

Baasyir dibawa polisi dengan menggunakan kendaraan bernomor polisi L-3752-ED dan dikawal kendaraan polisi dengan nomor polisi 45-VII.

Baasyir juga sempat menuturkan penangkapan terhadap dirinya bisa mengurangi dosa.

Dia mengenakan peci dan baju koko warna putih dan jaket berwarna hitam.

Tim Pembela Muslim (TPM) Ahmad Michdan menjelaskan Ba'asyir ditangkap Senin (9/8) pukul 08.00 WIB di daerah Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat.

Selain itu, polisi juga membawa anggota rombongan Baasyir lainnya, seperti istrinya, anggota laskar dan supirnya.

Anggota TPM menduga penangkapan Ba'asyi ada kaitannya dengan terorisme karena sebelumnya pernah dikaitkan dengan terorisme di Aceh.

"Saya menduga ini ada arahan dari pusat, tapi penangkapan ini harus dibuktikan," demikian Ahmad.(*)

T014/AR09

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010